Pemerintah Luncurkan 'Gernas RANA' untuk Lindungi Anak

  • 14 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan harus mencakup kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual anak, bukan hanya prestasi akademik.
  • Pemerintah meluncurkan Gernas RANA bertepatan dengan MPLS di Kota Malang, Jawa Timur, sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi anak.
  • Data SIMFONI PPA 2025 menunjukkan kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan besar, dengan sebagian besar korban adalah anak perempuan yang terjadi di rumah dan sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi anak. Gerakan tersebut diluncurkan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Malang, Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan keberhasilan pendidikan mencakup kesehatan fisik, mental, sosial, serta spiritual anak, bukan hanya prestasi akademik. Peluncuran Gernas RANA dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri PPPA Arifah Fauzi dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

“Tidak ada gunanya kita mendidik anak menjadi pintar apabila mereka tidak tumbuh sehat, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual. Dampak kekerasan terhadap anak sangat besar karena dapat memengaruhi kesehatan mental, proses belajar, hingga masa depan mereka,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul. Ia menegaskan perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.

“Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, guru, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut terhadap kekerasan maupun perundungan,” ucap Pratikno.

Sementara, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut Gernas RANA sebagai kolaborasi lintas sektor untuk melindungi hak anak. Gerakan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di berbagai sektor.

“MPLS menjadi pintu gerbang anak merasakan kebahagiaan, keamanan, dan kenyamanan memasuki lingkungan belajar. Kami berharap sekolah mampu menghadirkan suasana ramah anak agar peserta didik tumbuh optimal tanpa rasa takut,” ucap Arifah.

Arifah mengungkapkan data SIMFONI PPA 2025 menunjukkan kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan besar perlindungan. Sebagian besar korban merupakan anak perempuan, dengan kasus terjadi di rumah dan sekolah yang seharusnya aman.

“Kekerasan, termasuk perundungan dan ancaman di ruang digital, berdampak besar terhadap kesehatan mental dan masa depan anak. Karena itu, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak,” ucap Arifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....