Cegah Kebocoran Data, Kemkomdigi Tinjau Penerapan Registrasi Kartu SIM Biometrik
- 14 Jul 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengimplementasikan sistem registrasi biometrik face recognition untuk aktivasi kartu SIM seluler di seluruh Indonesia.
- Peninjauan di Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo menunjukkan seluruh operator seluler telah berhenti menggunakan nomor identitas masyarakat dalam aktivasi SIM dan mencapai kepatuhan 100 persen.
- Sistem biometrik face recognition dijalankan untuk mencegah kebocoran data pribadi masyarakat dan tidak ditemukan pre-registered card atau penyalahgunaan NIK orang lain selama peninjauan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), menyatakan implementasi aktivasi kartu SIM seluler, telah menggunakan sistem registrasi biometrik face recognition. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi), Edwin Hidayat Abdullah, saat meninjau implementasi registrasi SIM seluler.
Dalam peninjauannya di Surabaya, Jawa Timur, Edwin menuturkan aktivasi kartu SIM seluler telah sesuai ketentuan. Dimana dalam aktivasi tersebut dijelaskannya, telah menggunakan sistem biometrik face recognition (pemindaian wajah).
Peninjauan tersebut dilakukan di Surabaya, Gresik, Lamongan dan Sidoarjo. Hasilnya dikatakan Edwin, seluruh operator seluler (opsel), tidak lagi menggunakan nomor identitas masyarakat dalam aktivasi kartu SIM seluler.
"Dalam dua hari ini kami tidak menemukan pre registered card atau kartu yang sudah diaktifkan menggunakan data atau NIK milik orang lain. Kami juga melihat kepatuhan tiga operator sudah mencapai 100 persen," kata Edwin dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan ini dilakukan Kemkomdigi bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Selain itu, ketiga opsel yang juga turut menjadi peninjauan, yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Smart.
Hal tersebut ditegaskan Edwin, untuk memastikan registrasi biometrik berjalan dengan baik, di seluruh lokasi yang dikunjungi. Hal ini juga memastikan, bahwa penerapan sistem biometrik face recognition sebagai upaya mencegah kebocoran data masyarakat.
"Semua sistem biometrik untuk registrasi sudah berjalan baik. Tidak ada kebocoran, jadi 100 persen compliance dari tiga operator," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....