Tiga Pemimpin Negara ke Indonesia, Qodari: Bukti Kepercayaan Dunia Meningkat
- 14 Jul 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyatakan kunjungan tiga pemimpin dunia (Presiden Belarus, PM Singapura, dan PM India) dalam sepekan terakhir menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis.
- Indonesia dan Belarus meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama 2026-2030 yang mencakup kolaborasi sektor industri, alat berat, dan teknologi.
- Indonesia dan India berkomitmen memperkuat kemitraan di bidang ekonomi, pendidikan, hubungan antarmasyarakat, dan budaya melalui restorasi Kompleks Candi Prambanan sebagai bagian dari penguatan hubungan strategis yang lebih luas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan kunjungan tiga pemimpin dunia ke Indonesia menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional. Menurutnya, hal ini membuktikan Indonesia semakin dipandang sebagai mitra strategis yang penting di tingkat regional maupun global.
Qodari menilai rangkaian pertemuan bilateral tersebut mencerminkan kepercayaan dunia terhadap stabilitas nasional Indonesia. "Intensitas pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis, baik di tingkat kawasan maupun global," kata Qodari dalam keterangan video, Senin, 13 Juli 2026.
Qodari menjelaskan Presiden Prabowo Subianto menerima tiga pemimpin negara dari kawasan berbeda dalam sepekan terakhir. Hal tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia membangun jejaring kemitraan dengan berbagai negara.
Kunjungan pertama dilakukan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko pada 2 Juli 2026. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama sektor industri, alat berat, teknologi, dan hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia.
Indonesia dan Belarus juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030. Dokumen tersebut menjadi kerangka kerja bersama untuk memperkuat kolaborasi kedua negara selama lima tahun mendatang.
Kunjungan kedua dilakukan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada 6 Juli 2026. Dalam pertemuan itu, kedua negara menyepakati 26 capaian kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan ekonomi kawasan, energi bersih, dan ekonomi digital. Kedua pemimpin juga membahas berbagai isu regional serta menegaskan pentingnya ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan.
Presiden Prabowo juga menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi sehari setelah pertemuan dengan Singapura. Indonesia dan India sepakat memperkuat kemitraan pada bidang ekonomi, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.
Kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama kebudayaan melalui restorasi Kompleks Candi Prambanan. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis yang lebih luas
Qodari menegaskan seluruh diplomasi yang dilakukan Indonesia diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat. Melalui diversifikasi kemitraan, Indonesia dapat memperluas pasar ekspor dan membuka peluang investasi baru.
"Diplomasi Indonesia selalu berorientasi pada hasil karena diplomasi ditempatkan sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan nasional," ujarnya. Indonesia, lanjut dia, tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia memilih memperluas kolaborasi tanpa berpihak pada kekuatan tertentu. "Prinsip tersebut sejalan dengan ungkapan Presiden bahwa bagi Indonesia, 1.000 teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu lawan sudah terlalu banyak," kata Qodari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....