Transformasi Digital, Menkomdigi: Harus Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

  • 14 Jul 2026 05:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa teknologi digital harus berfungsi sebagai jembatan antara inovasi dan pelestarian kebudayaan lokal.
  • Indonesia memperkuat transformasi digital melalui percepatan infrastruktur digital, peningkatan SDM, pengoperasian Satelit SATRIA-1, optimalisasi Palapa Ring, dan perluasan 5G.
  • Keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi atau nilai ekonomi, tetapi juga dari menjaga keberagaman budaya dan menciptakan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan, teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Hal itu disampaikannya dalam WSIS Forum 2026 Ministerial Roundtable, di Swiss baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu Menkomdigi menyatakan, Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai instrumen untuk memperkuat kebudayaan sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat. Teknologi digital dikatakannya, harus bertumbuh dengan ruang dalam pelestarian bahasa daerah, pengetahuan masyarakat adat, dan komunitas lokal.

Menurut Meutya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi atau besarnya nilai ekonomi digital. Namun dijelaskannya, untuk menjaga keberagaman budaya, memperluas akses, dan menciptakan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat.

"Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Lebih lanjut diungkapkan Menkomdigi, bahwa Indonesia terus memperkuat fondasi transformasi digital dengan melakukan berbagai hal. Mulai dari percepatan infrastruktur digital, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dalam pemanfaatan teknologi baru.

Hal itu ditegaskannya, diselaraskan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas dan mudah diakses. Selain itu Indonesia juga berkomitmen dalam pengoperasian Satelit SATRIA-1, optimalisasi jaringan Palapa Ring, dan perluasan layanan 5G.

"Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan konektivitas. Transformasi digital harus menciptakan produktivitas, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Menkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....