Indonesia Kalah 0-3 dari Cina Taipei di Kejuaraan AVC

  • 14 Jul 2026 01:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Timnas voli putra Indonesia U-18 menelan kekalahan nol tiga dari Cina Taipei pada laga Grup A.
  • Pelatih Odyk Hermanto mengevaluasi kondisi fisik dan mental para pemain yang tampil kurang maksimal.
  • Indonesia menyisakan satu pertandingan babak penyisihan grup melawan Hong Kong demi memperbaiki posisi klasemen.

RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas voli putra Indonesia U-18 menyerah nol tiga dari Cina Taipei pada laga Grup A. Hasil negatif tiga set langsung itu tercatat dengan rincian skor ketat 30-32, 16-25, dan 24-26.

Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit namun gagal memanfaatkan momentum krusial untuk memperpanjang jalannya pertandingan. Pertandingan kedua ini berlangsung di Haikou Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, Tiongkok, pada Senin, 13 Juli 2026.

Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia U-18, Odyk Hermanto, mengakui performa timnya sangat tidak maksimal. Kondisi kebugaran fisik pemain andalan menjadi kendala utama yang memengaruhi penampilan skuad Merah Putih.

"Pemain kunci kita, Dito, dalam kondisi sakit sehingga performanya kurang maksimal," ujar Odyk.

Odyk menilai mental bertanding anak asuhnya menurun drastis sehingga ragu saat mengambil keputusan penting. Sebelumnya, mereka kalah satu tiga dari Tiongkok pada laga pembuka hari Minggu, 12 Juli 2026.

"Anak-anak dalam kondisi mental kurang baik. Mereka takut mengambil keputusan sehingga permainan menjadi berantakan. Dibanding saat melawan Tiongkok kemarin, hari ini performa kami sangat menurun," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa instruksi tim pelatih saat latihan pagi hari tidak berjalan dengan baik. Rencana pembenahan sektor pertahanan lapangan tidak mampu diterapkan oleh para pemain di arena pertandingan.

"Apa yang sudah kami evaluasi melalui latihan tadi pagi untuk pembenahan cover defense tidak bisa berjalan seperti saat evaluasi. Ini artinya anak-anak memang sedang dalam kondisi mental yang kurang baik," kata Odyk.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan rotasi pemain belum memberikan dampak maksimal untuk mengangkat performa tim. Strategi pergantian pilar utama tersebut sebenarnya ditujukan demi memulihkan kebugaran fisik skuad di lapangan.

"Rotasi pemain sudah kami lakukan untuk pemulihan kondisi. Ternyata hasilnya hanya berjalan separuh, setelah itu performa kembali menurun," ucapnya.

Odyk tetap mengapresiasi perjuangan skuad Merah Putih walau mereka terlambat beradaptasi dengan taktik lawan. Pertahanan Indonesia masih lemah pada posisi blok karena pemain lawan memiliki jangkauan lebih tinggi.

"Anak-anak sudah bermain bagus, hanya saja mereka terlambat beradaptasi pada awal pertandingan. Kami masih lemah di posisi blok karena pemain tuan rumah memiliki postur dan jangkauan lebih tinggi. Posisi bertahan anak-anak juga kurang rapat," ujar Odyk.

Indonesia dijadwalkan melakoni laga penutup fase grup melawan Hong Kong pada Selasa, 14 Juli 2026. Kemenangan mutlak sangat dibutuhkan demi memperbaiki posisi klasemen akhir dalam persaingan ketat Grup A.

Dua tim teratas klasemen berhak melaju langsung menuju babak perempat final turnamen bola voli tersebut. Sementara itu peringkat ketiga dan keempat akan melanjutkan perjuangan memperebutkan posisi sembilan hingga 16.

Empat tim semifinalis berhak mewakili Asia pada ajang Fédération Internationale de Volleyball (FIVB) U-19 2027. Kejuaraan Asian Volleyball Confederation (AVC) ini sendiri diikuti oleh 16 negara sepanjang 12 hingga 18 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....