Koperasi Merah Putih Diharapkan Putus Ketergantungan Masyarakat pada Rentenir
- 13 Jul 2026 07:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menegaskan Koperasi Merah Putih dirancang untuk membebaskan petani dan masyarakat desa dari jeratan rentenir yang menerapkan bunga hingga 1% per hari.
- Pembentukan sekitar 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia untuk memberikan akses pembiayaan murah dan layanan ekonomi lainnya.
- Koperasi Merah Putih akan menyediakan layanan simpan pinjam berbunga rendah, pupuk bersubsidi, dan barang-barang kebutuhan pokok untuk memperkuat ekonomi rakyat di tingkat desa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertujuan membebaskan masyarakat desa dari jeratan rentenir. Menurut Presiden, selama ini banyak petani terpaksa meminjam uang dengan bunga yang memberatkan karena kesulitan mengakses pembiayaan murah.
Presiden mengatakan persoalan tersebut telah lama menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, Koperasi Merah Putih disiapkan sebagai instrumen untuk memperkuat akses pembiayaan masyarakat.
"Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat itu. Supaya membebaskan jutaan rakyat kita dari ketergantungan kepada itu," kata Presiden saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
Presiden menjelaskan petani sering menghadapi kesulitan keuangan sebelum masa panen tiba. Dalam kondisi tersebut, mereka terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, hingga biaya kesehatan keluarga.
Presiden mengatakan bunga pinjaman yang dikenakan rentenir bahkan dapat mencapai satu persen per hari. Kondisi itu membuat banyak petani sulit keluar dari lingkaran utang dan meningkatkan kesejahteraannya.
"Dia pinjam uang dari lintah darat, dari mereka-mereka yang memberi bunga kadang-kadang satu persen sehari. Ini mematikan, seumur hidup mereka tidak bisa bangkit," ujar Presiden.
Pemerintah, kata Presiden, mengambil berbagai langkah untuk menghapus utang jutaan petani yang sudah tidak mampu membayar kewajibannya. Namun, Presiden menginginkan solusi jangka panjang harus dilakukan melalui penguatan kelembagaan ekonomi rakyat di tingkat desa.
Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan sekitar 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Nantinya kopdes ini tidak hanya melayani simpan pinjam, tetapi juga menyediakan layanan ekonomi lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Koperasi, disebut Presiden akan menjadi sarana penyaluran berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari kredit berbunga rendah, pupuk bersubsidi, hingga barang-barang kebutuhan pokok.
"Kita harus bisa memberi kesempatan kepada rakyat dengan bunga yang murah. Harus ada koperasi simpan pinjam di seluruh Republik Indonesia," kata Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....