Presiden Prabowo: KDKMP Putarkan Rp223 Triliun per Tahun di Desa
- 13 Jul 2026 04:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program KDKMP diproyeksikan menciptakan perputaran uang sebesar Rp223 triliun per tahun di desa-desa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
- KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa terintegrasi yang dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang, dan gudang pendingin.
- Semua barang subsidi dari pemerintah harus disalurkan melalui KDKMP untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan menutup celah penyimpangan.
- Program ini dirancang untuk memutus rantai distribusi yang merugikan petani dan nelayan dengan KDKMP berperan sebagai pembeli siaga dengan harga adil dan stabil.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menciptakan perputaran uang sebesar Rp223 triliun per tahun di desa-desa. Program tersebut juga disiapkan untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus menyalurkan barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.
"Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa," kata Presiden Prabowo saat Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu 12 Juli 2026.
Prabowo mengatakan KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi. Menurutnya, koperasi tersebut juga akan menjadi jalur utama penyaluran berbagai barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, sistem tersebut diharapkan dapat menutup celah penyimpangan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri.
"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! Saya katakan ini harus," kata Prabowo.
Program KDKMP merupakan salah satu program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa. Program ini difokuskan pada penguatan perekonomian desa melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan.
Prabowo menjelaskan KDKMP akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang, hingga gudang pendingin untuk menyimpan hasil panen dan hasil tangkapan nelayan.
Menurut Prabowo, KDKMP juga dirancang untuk memutus rantai distribusi yang merugikan petani dan nelayan. Koperasi akan berperan sebagai pembeli siaga (offtaker) yang menyerap hasil panen dan tangkapan dengan harga yang adil dan stabil.
"Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan," ujarnya.
Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pelaksanaan program KDKMP. Ia berharap koperasi tersebut dapat segera hadir di seluruh desa di Indonesia untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....