ATENSI Kemensos Bantu Penyandang Disabilitas Berdaya di Jombang
- 13 Jul 2026 04:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp82,49 juta kepada 22 penerima manfaat yang terdiri dari 21 penyandang disabilitas dan satu kelompok rentan di Jombang.
- Bantuan mencakup alat bantu (kursi roda standar, kursi roda adaptif, sepeda adaptif) serta bantuan kewirausahaan untuk 15 penerima manfaat dengan berbagai jenis usaha mulai dari tambal ban hingga produksi telur asin.
- Program ATENSI mengintegrasikan layanan medis, rehabilitasi sosial, terapi, dan pemberdayaan ekonomi untuk memastikan penyandang disabilitas dapat hidup mandiri dan bermartabat.
RRI.CO.ID, Jombang – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) terus memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas. Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan usaha, alat bantu, hingga pendampingan agar penerima manfaat lebih mandiri.
Program tersebut ditinjau langsung Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, saat bakti sosial bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu 11 Juli 2026.
Dalam kunjungan itu, Fatma melihat berbagai hasil usaha penerima manfaat. Mereka memproduksi telur asin, menganyam tas macrame, hingga membuat sapu dari serabut kelapa sebagai sumber penghasilan.
Fatma juga mengunjungi Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras binaan Puskesmas Dukuhklopo. Bersama Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, fasilitas tersebut menjadi ruang rehabilitasi dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas psikososial.
Di lokasi tersebut, penyandang disabilitas psikososial mendapat layanan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha. Mereka juga diperkenalkan dengan sebutan "para tersayang" sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas.
"Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya," kata Fatma.
Menurut Fatma, istilah tersebut harus menjadi pengingat bahwa tidak boleh ada warga yang terabaikan karena kondisi kesehatan jiwa atau disabilitas. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup secara bermartabat.
Fatma mengatakan proses pemulihan tidak cukup hanya melalui layanan medis. Karena itu, Kemensos mengintegrasikan bantuan kebutuhan dasar, rehabilitasi sosial, terapi, hingga pemberdayaan ekonomi melalui program ATENSI.
Dalam kegiatan tersebut, DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp82,49 juta. Bantuan diberikan kepada 22 penerima manfaat yang terdiri dari 21 penyandang disabilitas dan satu kelompok rentan.
Bantuan tersebut meliputi dua kursi roda standar, satu kursi roda adaptif bagi penyandang cerebral palsy, dan empat sepeda adaptif. Selain itu, sebanyak 15 penerima manfaat memperoleh bantuan kewirausahaan sesuai potensi masing-masing.
Modal usaha diberikan untuk mendukung berbagai jenis usaha. Di antaranya tambal ban, warung makan, warung kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel, kesenian jaranan, hingga penjualan pakaian.
"Jangan pandang bantuan ini sebagai tujuan akhir. Jadikan ini pemantik semangat untuk terus melangkah menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup," ucapnya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan bakti sosial juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sekitar 100 peserta, termasuk kader Posyandu, memanfaatkan layanan tersebut.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta pengurus DWP daerah. Kemensos menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci memperluas pemberdayaan kelompok rentan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....