Presiden Prabowo Akan Tutup Ratusan BUMN yang 'Sakit'
- 10 Jul 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo menargetkan penutupan 250 BUMN pada akhir Juli 2026 dan 800 BUMN pada Desember 2026 untuk meningkatkan efisiensi dan menghilangkan perusahaan yang merugi.
- 2. Hingga akhir Juli 2026, pemerintah telah berhasil menutup 240 BUMN yang tidak beres dan melakukan penghematan overhead direksi senilai Rp70 triliun.
- 3. Presiden Prabowo terkejut menemukan ada 1.077 BUMN di Indonesia padahal menurutnya hanya ada 300-400 BUMN
RRI. CO. ID, Lombok-Presiden Prabowo Subianto menargetkan akan menutup ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak efisien dan merugi. Target tersebut pada Desember 2026.
“Nanti akhir Juli ini, akan ada 250 BUMN kita tutup. Desember 2026, akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien dan rugi terus,” kata Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada peresmian bendungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 10 Juli 2026.
Presiden Prabowo menungkap telah menutup 240 BUMN yang tidak beres dan terus merugi. Presiden Prabowo bercerita mengaku terkejut ada 1.077 BUMN di Indonesia karena menurutnya hanya 300 atau maksimal 400 BUMN.
“Dulu waktu saya dilantik jadi Presiden RI, minggu-minggu pertama saya kaget dan tidak pernah tau. Begitu saya dilantik, ada 1.077, itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahan, cucu dan cicit perusahaan,” ujarnya.
Presiden Prabowo menyebut banyaknya perusahaan BUMN sebagai upaya untuk menyembunyikan uang rakyat. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk menertibkan perusahaan BUMN yang tidak memberikan manfaat untuk rakyat.
Ia mengatakan upaya penertiban BUMN membuahkan hasil seperti ada penghematan uang negara dan kinerja BUMN semakin membaik. Presiden Pranowo menegaskan rakyat Indonesia tidak ingin ada pembiaran pada korupsi sehingga harus dibasmi hingga ke akar-akarnya.
“Saya juga merasa sangat bangga, beberapa hari ini saya mendapat laporan-laporan hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi,” ujarnya.
“Dari gaji direksi saja, overhead-nya mendekati Rp70 triliun, sudah kita hemat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan,” kata Presiden Prabowo menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....