Istana Hormati Penggeledahan oleh Polri Terkait Kasus Dugaan Korupsi 'Blackout'
- 10 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Kepolisian menggeledah 12 titik terkait dugaan korupsi pemadaman listrik PT PLN, Asabri, dan anak usaha Krakatau Steel yang melibatkan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Polri.
- 2. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengajak semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
- 3. Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi
RRI.CO.ID, Jakarta-Pemerintah menghormati proses hukum yang dilakukan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri. Diketahui Kepolisian menggeledah 12 titik terkait penanganan kasus dugaan perkara korupsi pemadaman listrik (blackout) PT PLN, Asabri, dan anak usaha Krakatau Steel.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengajak semua pihak agar mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua pihak harus menghormati setiap proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum , dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif,” kata Menteri Prasetyo kepada wartawan, Jumat, 10 Juli 2026.
Juru Bicara Presiden tersebut menegaskan Presiden Prabowo memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi. Kepala Negara kerap mengingatkan agar jajaran pemerintah terutama para aparatur negara untuk terus berbenah dan menegakan hukum secara professional.
“Sejak awal, Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pemberantasan korupsi. Beliau berulang kali mengingatkan agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,” katanya menegaskan.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan menegaskan korupsi masih pekerjaan rumah bagi bangsa Indonesia. Presiden Prabowo meminta agar menghadapi apapun tantangan dalam pemberantasan korupsi dengan memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih.
“Apapun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih,” katanya.
Menteri Prasetyo juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas, kondusivitas dan persatuan antar sesama anak bangsa. Menurutnya, hanya dengan situasi yang kondusif maka berbagai persoalan bangsa dapat diatasi.
“Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....