BPJT Perkuat Pengawasan ODOL dengan WIM Terintegrasi ETLE
- 09 Jul 2026 16:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPJT memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui pemasangan WIM yang terintegrasi dengan sistem ETLE
- Berdasarkan data WIM 2025, pelanggaran ODOL di jalan tol mencapai 17,62 persen di ruas Jasa Marga dan 21,29 persen di Jalan Tol Trans Sumatra
- BPJT bersama Ditjen Bina Marga menambah titik WIM di Sumatra dan Jawa untuk meningkatkan keselamatan pengguna serta menjaga umur layanan jalan tol
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memperkuat pengawasan kendaraan overdimension dan overload (ODOL) melalui Weight in Motion (WIM). Alat timbang dinamis (WIM) tersebut terintegrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menjaga keselamatan pengguna jalan tol.
Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati mengatakan pengendalian kendaraan ODOL menjadi perhatian karena berdampak terhadap kondisi jalan tol. Menurutnya, pelanggaran muatan berlebih mempercepat kerusakan perkerasan jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan.
"Berdasarkan data WIM tahun 2025 tingkat pelanggaran ODOL di jalan tol sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Di ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga rata-rata pelanggaran mencapai 17,62 persen," kata Komang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan BPJT bersama Direktorat Jenderal(Ditjen) Bina Marga telah menetapkan tiga fokus utama pengendalian ODOL. Langkah tersebut, lanjutnya, meliputi percepatan pemasangan WIM, penguatan pendataan digital, serta peningkatan koordinasi lintas instansi.
Komang juga mengatakan saat ini telah terpasang sebanyak 47 unit WIM di jaringan jalan tol Indonesia. Sebanyak 38 unit ditempatkan sebelum gerbang tol, sedangkan sembilan unit lainnya dipasang di jalur utama untuk pengawasan kendaraan secara menyeluruh.
Selain itu, Komang juga mengungkapkan, penguatan pengawasan di koridor Jalan Tol Sumatra dan Pulau Jawa dengan penambahan WIM. Pemerintah bersama badan usaha jalan tol (BUJT) menyiapkan penambahan lima titik di Sumatra, serta sebelas titik baru di Pulau Jawa.
Komang menegaskan penguatan pengawasan tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna sekaligus menjaga umur layanan infrastruktur jalan tol. Menurutnya, langkah itu juga mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui pengendalian kendaraan ODOL yang lebih terintegrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....