HKD 2026: Generasi Muda Butuh Dukungan Nyata

  • 09 Jul 2026 02:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamenbukbangga Isyana Bagoes Oka menegaskan dukungan nyata bagi generasi muda menjadi fokus HKD 2026 dengan penekanan pada ekosistem yang memungkinkan perencanaan keluarga berkelanjutan.
  • Pemerintah memperkuat akses pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan untuk mendukung generasi muda membangun keluarga.
  • Survei Demographic Futures menunjukkan mayoritas generasi muda ingin berkeluarga namun menghadapi kendala ekonomi, pekerjaan, dan akses perumahan yang memerlukan kebijakan lintas sektor.
  • Kolaborasi pemerintah dan UNFPA mendorong kebijakan inklusif agar generasi muda mampu merencanakan masa depan keluarga secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wamenbukbangga/BKKBN Isyana Bagoes Oka menegaskan dukungan nyata bagi generasi muda menjadi fokus HKD 2026 bersama UNFPA. Ia menyebut generasi muda membutuhkan ekosistem yang memungkinkan mereka merencanakan keluarga secara bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.

“Generasi muda bukan hanya penerima manfaat pembangunan tetapi mitra utama dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Mereka membawa harapan besar sehingga perlu didukung kebijakan inklusif,” ujar Isyana dalam acara Konferensi Pers Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Pemerintah memperkuat akses pendidikan pekerjaan layanan kesehatan serta perlindungan sosial sebagai fondasi generasi muda merencanakan masa depan berkeluarga. Langkah tersebut dijalankan melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan yang menempatkan penduduk sebagai subjek utama pembangunan nasional berkelanjutan.

Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, menyatakan keputusan generasi muda membangun keluarga dipengaruhi kondisi sosial ekonomi dan lingkungan. “Banyak generasi muda tetap ingin berkeluarga namun membutuhkan dukungan nyata,” kata Hassan Mohtashami.

Survei Demographic Futures menunjukkan mayoritas responden global menginginkan keluarga namun menghadapi kendala ekonomi pekerjaan dan akses perumahan layak. Data tersebut memperlihatkan pentingnya kebijakan lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keputusan berkeluarga generasi muda saat ini.

“Penurunan angka kelahiran bukan berarti generasi muda tidak ingin berkeluarga tetapi dipengaruhi tantangan ekonomi dan sosial. Investasi jangka panjang guna menciptakan stabilitas bagi generasi muda dalam merencanakan kehidupan keluarga," ujarnya.

Depdalduk Kemendukbangga, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menegaskan pembangunan kependudukan harus memastikan kesempatan setara bagi generasi muda Indonesia. Ia menyebut generasi muda merupakan penggerak perubahan yang perlu didukung melalui kebijakan terintegrasi lintas sektor pembangunan nasional.

Ia menambahkan kebijakan harus mampu menjawab kebutuhan generasi muda secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kehidupan berkeluarga. “Generasi muda bukan hanya pemimpin masa depan tetapi juga penggerak perubahan saat ini dalam pembangunan kependudukan nasional,” kata Bonivasius, menambahkan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan nilai keluarga memiliki akar sejarah kuat sejak perjuangan tentara Indonesia kembali ke keluarganya. Momentum tersebut dikenang melalui Monumen Yogya Kembali yang menjadi simbol kembalinya kehidupan keluarga setelah masa perjuangan kemerdekaan bangsa.

Ia menilai semangat tersebut relevan dengan upaya membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan manusia di Indonesia. Hasto Wardoyo menegaskan kolaborasi pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk memastikan generasi muda mampu membangun keluarga yang sejahtera.

Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2026 menjadi momentum kolaborasi global dalam memperkuat dukungan terhadap generasi muda di berbagai negara. Pemerintah bersama UNFPA mendorong kebijakan inklusif agar generasi muda mampu merencanakan masa depan keluarga secara berkelanjutan.

Isyana Bagoes Oka berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang mendukung generasi muda berkeluarga. Ia menegaskan komitmen pemerintah memastikan setiap generasi muda memiliki kesempatan setara menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....