Fadli Zon Sebut Animo Gen Z Dapatkan Musuem Paspport, Tinggi
- 08 Jul 2026 16:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut permintaan Museum Passport (Paspor Museum) dikalangan generasi Z (Gen Z) cukup tinggi.
- 2. Sebanyak 5.000 buki Museum Passport habis dipesan pengunjung
- 3. Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar museum menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, dan ekonomi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan permintaan Museum Passport (Paspor Museum) dikalangan generasi Z (Gen Z) cukup tinggi. Setidaknya 5.000 Museum Passport langsung 'ludes' hanya dalam hitungan hari.
"Ternyata Gen Z luar biasa tertarik ya, baru kita cetak 5.000 saja dalam beberapa hari langsung habis. Kita sekarang cetak lagi 8.000 Museum Passport, itu cepat sekali permintaannya," kata Menteri Fadli Zon kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Menteri Fadli berharap dengan adanya Museum Passport maka kunjungan ke museum atau cagar budaya lainnya terutama dikalangan Gen Z terus meningkat. Gen Z harus berkunjung ke museum jika ingin mendapatkan cap di halaman yang menyerupai paspor.
Menteri Fadli mengatakan keberadaan Museum Passport merupakan bagian 'benchmark' atau tolak ukur standar untuk museum di Tanah Air. Menteri Fadli menjelaskan penghasilan museum di negara-negara maju cukup tinggi karena inovasi dan kreativitas dari pengelola museum.
"Kalau di luar negeri kan, museum itu selalu penghasilannya juga tinggi, belum lagi merchandise-nya, belum lagi restorannya, coffee shop-nya. Nah kita sedang buat ini 'benchmark'-nya di Museum Nasional karena itu saya inisiasi bikin museum paspor," katanya.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan kunjungan ke museum dan cagar budaya mengalami peningkatan hingga 400 persen. Ia mencontohkan Museum Pusaka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini ramai oleh pengunjung.
Ia mengatakan kunjungan ke Museum Pusaka mencapai ribuan orang per hari. Jumlah pengunjung yang terus meningkat karena pihak museum terus berbenah diantaranya dengan menghadirkan teknologi imersif sehingga berpetualangan di museum lebih menyenangkan.
"Peningkatan ke cagar budaya dan museum ya paling tidak setahun terakhir ini naik sampai 400%. Museum Pusaka yang di Taman Mini yang tadinya jarang dikunjungi setelah kita revitalisasi sedikit, ada imeesif, kunjungannya ribuan orang hampir tiap ya hari, itu banyak saja," kata Menteri Fadli.
Peningkatan jumlah pengunjung ke cagar budaya dan museum, berdampak kepada ekonomi namun ia menyebut angkanya masih dihitung. Menteri Fadli mengatakan sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar museum menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, dan ekonomi.
"Mulai, banyak, ya tapi angkanya ya nanti kita lihat di akhir tahun lah. Jadi memang kita ingin perbaiki hampir semua museum atas perintah Bapak Presiden , termasuk museum-museum di provinsi," kata Menteri Fadli.

Seperti diketahui, Museum Passport diterbitkan oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB) dan diluncurkan pada 16 Juni 2026. Peluncuran bertepatan dengan HUT Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya yang ke-4.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan Museum Passport diluncurkan untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum. Ia menjelaskan, ide menciptakan Museum Passport terinspirasi dari kebiasaan lama mengumpulkan cap perjalanan sebelum era digital berkembang.
"Inspirasinya dari kebiasaan dulu ketika bepergian orang suka mengumpulkan cap. Sekarang ada kecenderungan generasi muda kembali menyukai hal-hal analog," katanya saat ditemui oleh wartawan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Melalui Museum Passport , pengunjung dapat mengoleksi cap saat berkunjung ke sejumlah museum di Indonesia. Stempel cap akan menjadi koleksi yang paling berkesan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....