Pembangunan 'Compute Cluster', Wamenkomdigi: Kunci Daya Saing AI Indonesia
- 07 Jul 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan pentingnya pembangunan compute cluster nasional sebagai kunci meningkatkan daya saing digital Indonesia, khususnya dalam industri AI.
- Indonesia harus bergerak dari sekadar pengguna teknologi menjadi pemain penting dengan membangun kapasitas komputasi yang kuat dan memperkuat talenta digital nasional.
- Compute cluster menjadi semakin mendesak karena AI modern bergantung pada kapasitas komputasi berskala besar untuk berfungsi optimal.
- Dengan penguatan infrastruktur AI dan talenta digital, Indonesia diharapkan dapat bersaing di kancah global dan menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menegaskan pentingnya pembangunan 'compute cluster' nasional. Hal itu diungkapkannya dalam acara Pertemuan dan Kolaborasi Menyatukan Inovasi, Mengakselerasi Perkembangan Ekosistem AI Nasional, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta.
Ia menuturkan 'compute cluster' ini menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing digital Indonesia. Secara khususnya dijelaskan Wamenkomdigi, yakni untuk peningkatan daya saing industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) nasional.
Nezar menyatakan, Indonesia harus bergerak lebih jauh dari sekedar pengguna teknologi, dengan membangun kapasitas komputasi yang kuat. Beriringan dengan itu dikatakannya, Indonesia juga harus memperkuat talenta digital nasional, untuk siap berdaya saing di kancah global.
"Paling tidak ada dua strategi yang sangat penting. Yang pertama memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI, kedua adalah memperkuat posisi kita di compute cluster, termasuk memperkuat talenta digital Indonesia agar mampu bersaing dengan tantangan global," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Lebih lanjut ditekankannya, kebutuhan akan 'compute cluster' saat ini semakin mendesak. Hal itu dikarenakan, AI modern sangat bergantung pada kapasitas komputasi berskala besar.
Dengan penguatan kapasitas komputasi yang beriringan dengan pembangunan ekosistem nasional, Indonesia diyakininya, tidak hanya menjadi pasar teknologi asing. Namun Wamenkomdigi optimis, hal itu mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri AI global.
"Kita jangan hanya menjadi pengguna. Tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi significant player, yang ikut menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....