Hadapi Era AI, Wamenkomdigi: Literasi Digital Harus Relevan dengan Perkembangan

  • 26 Jun 2026 15:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, literasi digital harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi digital
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut, di tengah perkembanga era AI saat ini, literasi digital difokuskan pada pengembangan keterampilan talenta digital

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, mengatakan penggunaan perangkat dan internet tidak lagi dikatakan sebagai literasi digital. Hal itu diungkapkannya saat menggelar audiensi dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI).

Terlebih lagi Nezar menjelaskan, hal ini di tengah tantangan era perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam hal ini Wamenkomdigi menilai, fokus literasi digital tidak lagi berorientasi pada cara penggunaan dasar perangkat maupun internet.

Ditegaskannya, bahwa dalam era AI saat ini, literasi digital harusnya lebih di fokuskan dalam peningkatan kecakapan digital. Hal tersebut diungkapkannya, untuk mengembangan talenta digital secara terarah yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

"Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling. Meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Perubahan arah program literasi digital ini, sebagai langkah strategis yang telah dirancang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Nezar menuturkan bahwa hal ini juga telah dijalankan Kemkomdigi, dalam kurun Waktu 10 dekade terakhir.

Dalam konteks ini Wamenkomdigi menilai, literasi terkait tata cara penggunaan gadget untuk terhubung ke dunia digital sudah lewat. Selain itu, literasi terkait hal-hal mendasar seperti keamanan dan etika digital sudah dilakukan oleh para platform digital.

"Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....