Kemenperin Perkuat Hilirisasi Daerah Melalui Sentra IKM
- 05 Jul 2026 11:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah melalui pengembangan sentra IKM untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal dan memperluas lapangan kerja.
- Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur telah dibangun dengan fasilitas lengkap meliputi gedung produksi, pengemasan, gudang, gedung promosi, serta mesin dan peralatan produksi.
- Keberhasilan sentra IKM bergantung pada sinergi pemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, dan mitra pasar untuk memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Perindustrian terus memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah. Penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM).
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal. Upaya itu juga bertujuan memperluas lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kementerian Perindustrian mengajak pemerintah daerah mengidentifikasi potensi sentra IKM di masing-masing wilayah. Upaya tersebut dilakukan agar pembinaan industri lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
"Kementerian Perindustrian terus mengajak pemerintah daerah mengidentifikasi potensi sentra IKM yang dimiliki. Langkah tersebut bertujuan agar pembinaan industri lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memaksimalkan pengembangan sektor industri secara berkelanjutan," ujar Agus di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026.
Agus mengatakan pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap sentra IKM yang telah dibangun. Pengawasan tersebut dilakukan agar sentra mampu beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami memastikan sentra IKM yang dibangun melalui dukungan pemerintah mampu memberi nilai tambah terhadap bahan baku lokal. Sentra IKM tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Agus.
Menurut Agus, pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur merupakan implementasi strategi hilirisasi komoditas lokal. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
"Pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur merupakan bentuk komitmen pemerintah mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah. Komoditas tersebut meliputi pisang, jagung, singkong, sorgum, dan berbagai komoditas lokal lainnya," ucap Agus.
Agus menambahkan produk antara perlu dibangun sedekat mungkin dengan sentra bahan baku. “Agar nilai tambah dinikmati oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah," ujar Agus.
Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita mengatakan Kemenperin-Pemkab Manggarai Timur membangun fasilitas Sentra IKM Olahan Pisang. Fasilitas tersebut meliputi gedung produksi, gedung pengemasan, gudang, gedung promosi, serta mesin dan peralatan produksi.
"Fasilitas yang telah dibangun harus menjadi pusat produksi dan pusat pembelajaran. Fasilitas itu juga menjadi pusat promosi serta kolaborasi bagi pelaku IKM olahan pangan di Manggarai Timur," ujar Reni.
Reni mengatakan penguatan kelembagaan pengelola sentra juga perlu terus dilakukan. Produk yang dihasilkan harus memenuhi aspek mutu, keamanan pangan, kemasan, legalitas usaha, sertifikasi halal, identitas khas Manggarai Timur.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Yedi Sabaryadi mengatakan keberhasilan sentra IKM bergantung sinergi pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, hingga mitra pasar.
"Sentra IKM harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, dan mitra pasar. Kolaborasi tersebut diharapkan memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Yedi.
Yedi mengatakan industri tenun memiliki prospek besar karena bagian kekayaan budaya nasional dan memiliki peluang pasar terus berkembang. Menurutnya, inovasi produk perlu dilakukan tanpa menghilangkan nilai tradisi sebagai identitas daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....