KLH Ingatkan El Nino Ancam TPA Se-Indonesia Berpotensi Kebakaran

  • 05 Jul 2026 05:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Lingkungan Hidup mengingatkan bila El Nino mengancam tempat pemrosesan akhir (TPA) yang ada di Indonesia berpotensi kebakaran
  • Fenomena memanasnya suhu muka laut itu diprediksi mulai Juli-September 2026

RRI.CO.ID, Tangerang – Kementerian Lingkungan Hidup mengingatkan ancaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Risiko meningkat seiring potensi El Nino pada Juli hingga September 2026.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran TPA selama musim kemarau.

"Beberapa waktu lalu pada 1 Juli 2026 Pak Menteri LH, Jumhur sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini (kebakaran TPA, Red). Karena seperti kita ketahui, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO, Red) itu sudah memberikan warning El Nino ini, akan lebih gawat lagi mulai Juli-September," ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.

Diaz menyebutkan seluruh pemerintah daerah agar bisa meningkatkan pemilahan dan tata kelola sampah di TPA masing-masing. Hal ini sebagai salah satu langkah untuk memastikan tidak terjadi insiden yang sama seperti di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

Selain itu, lanjutnya, langkah mitigasi awal sangat diperlukan menyusul adanya peringatan dini dari WMO terkait ancaman cuaca yang diperkirakan akan jauh lebih ekstrem. "Artinya kita harus antisipasi potensi kebakaran, akan ada potensi kebakaran di TPA-TPA lain di seluruh Indonesia," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Diaz menyebut, pemerintah menggarisbawahi bahwa ancaman kebakaran lahan bukan hanya menyasar area hutan. Melainkan juga fasilitas sanitasi publik seperti TPA.

Meski demikian, dengan ratusan TPA yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, risiko terjadinya kebakaran serupa seperti yang terjadi baru-baru ini sangatlah tinggi. Jika tidak ada tindakan pencegahan yang masif.

Diketahui, pemerintah memperkuat mitigasi menghadapi potensi El Nino dan musim kemarau tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produksi pangan serta stabilitas inflasi daerah.

Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin 29 Juni 2026 lalu. Forum tersebut diikuti kementerian/lembaga bersama kepala daerah seluruh Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengatakan El Nino berpotensi memengaruhi kondisi iklim nasional. Menurutnya, pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang.

"El Nino dapat meningkatkan risiko kekeringan dan berdampak terhadap berbagai sektor. Antisipasi perlu dilakukan sejak awal agar dampaknya dapat dikurangi," katanya.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026. Pada periode itu, sebanyak 369 zona musim atau 48,84 persen wilayah Indonesia terdampak kemarau.

Sementara pada Juli 2026, terdapat 198 zona musim atau 31,60 persen wilayah mulai memasuki kemarau. Kemudian September tercatat 169 zona musim atau 25,41 persen masih mengalami kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....