Menkomdigi: Pertumbuhan Ekonomi Digital Harus Beriringan dengan Penguatan Buday

  • 03 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi digital dunia dengan penetrasi internet mencapai 230 juta pengguna (80 persen populasi).
  • Pertumbuhan ekonomi digital harus beriringan dengan pelestarian budaya, penguatan karakter generasi muda, dan menjaga akar budaya Indonesia.
  • Indonesia berkontribusi sepertiga dari total ekonomi digital di Kawasan ASEAN sebagai motor penggerak utama pertumbuhan digital regional.
  • Implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) menjadi langkah penting untuk memastikan ruang digital aman, sehat, dan melindungi anak dari konten berbahaya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, Indonesia berpotensi besar menjadi kekuatan ekonomi digital dunia. Hal itu disampaikannya, saat menggelar audiensi dengan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, di Kantor Kemenbud, Jakarta.

Menkomdigi menuturkan potensi ekonomi digital ini, harus beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa. Hal ini ditegaskannya, untuk beradaptasi di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital nasional.

Dengan transformasi digital tersebut dijelaskan Menkomdigi, peluan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital dunia akan semakin terbuka. Dengan pemanfaatan teknologi ini, memberikan kepastian pertumbuhan ekonomi tanpa kehilangan akar kebudayaan Indonesia.

"Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital dunia. Namun pertumbuhan itu akan jauh lebih bermakna jika di saat yang sama kita mampu menjaga anak-anak kita, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan budaya bangsa tetap hidup," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu Menkomdigi mengungkapkan, pesatnya perkembangan penetrasi internet di Indonesia. Ia menyebut saat ini sekitar 230 juta penggunaan internet, atau hampir 80 persen dari populasi Indonesia.

Hal itu dijelaskan Meutya, menjadi salah sat motor penggerak Utama dalam pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN. Setidaknya, dikatakan Menkomdigi, Indonesia mampu berkontribusi mencapai sepertiga dari total ekonomi digital di Kawasan.

Kendati demikian ia menyebut, transformasi digital untuk pertumbuhan ekonomi, tidak boleh mengkesampingkan berbagai instrumen penting lainnya. Dalam hal ini Menkomdigi menekankan terkait implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).

Ia menyebut bahwa kebijakan ini menjadi Langkah penting untuk memastikan ruang digital Indonesia aman dan nyaman. Sehingga dalam pemanfaatannya, pertumbuhan ekonomi dengan berbagai inovasinya tetap menjaga prinsip perlindungan anak di ruang digital.

"Ruang digital harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan produktif. Anak-anak perlu mendapatkan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata, termasuk ruang untuk mengenal permainan tradisional, seni, budaya, serta interaksi yang sehat di lingkungan keluarga," imbuh Menkomdigi Meutya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....