PTPN I Berkomitmen Jadi Korporasi Agribisnis Modern Nasional
- 02 Jul 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Perkebunan Nusantara (PTN I) berkomitmen mentransformasikan perusahaan menjadi korporasi agribisnis modern yang profesional dan berdaya saing.
- Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan adaptasi terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTN I) berkomitmen mentransformasikan perusahaan menjadi korporasi agribisnis modern yang profesional dan berdaya saing. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan adaptasi terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi negara.
“Saya melihat amanah ini bukan sekadar memimpin perusahaan perkebunan. Amanah ini adalah memimpin proses transformasi organisasi agar PTPN I menjadi perusahaan yang semakin modern, profesional, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” kata Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurutnya, industri perkebunan kini menghadapi tantangan global yang menuntut perusahaan lebih adaptif dan berdaya saing. Tantangan tersebut meliputi perubahan iklim, digitalisasi, persaingan internasional, serta penguatan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
“Persoalan yang kita hadapi bukan hanya bagaimana mengelola kebun atau meningkatkan hasil panen. Tetapi bagaimana membangun korporasi negara yang mampu beradaptasi terhadap perubahan global,” ucap Rivai.
Rivai menjelaskan bahwa transformasi PTPN I difokuskan pada lima pilar utama, meliputi penguatan tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi, dan optimalisasi aset. Ia menyebut tata kelola menjadi fondasi utama agar perusahaan mampu tumbuh berkelanjutan serta memperkuat hubungan kelembagaan.
“Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawab tata kelolanya. Ke depan kita harus memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan, akuntabel, disiplin, dan berbasis manajemen risiko,” ujarnya.
Selain itu, Rivai menyoroti dibentuknya Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko untuk memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang. Langkah itu mengantisipasi fluktuasi komoditas, perubahan iklim, regulasi global, serta penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
“Perusahaan tidak bisa hanya berpikir mengenai laba. Perusahaan juga harus mampu mengelola risiko secara sistematis agar keberlanjutan usaha tetap terjaga,” ucap Rivai.
Selain itu, Abdul Rivai Ras menilai transformasi digital harus dimulai dari perubahan budaya kerja, bukan hanya penerapan teknologi. Di bidang pengelolaan aset, ia menegaskan seluruh aset yang dimiliki PTPN I harus mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun negara.
“Digitalisasi mengubah cara bekerja, budaya organisasi, dan pengambilan keputusan agar produktivitas perusahaan terus meningkat. Aset harus menghasilkan nilai ekonomi sebesar-besarnya bagi perusahaan, negara, sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....