Wakapolri Resmikan Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud

  • 02 Jul 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakapolri meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri.
  • Polri terus mendorong reformasi pendidikan melalui meritokrasi dan talent pool.
  • Revitalisasi menjadi bagian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri. Peresmian itu menjadi bagian rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang menegaskan pentingnya penguatan karakter bagi insan Bhayangkara.

Revitalisasi masjid dilakukan untuk menghidupkan kembali fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan peserta didik kepolisian. Selain menjadi tempat beribadah, masjid juga diharapkan menjadi ruang pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, serta pengembangan ilmu.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak pernah dapat dilakukan secara instan maupun serba cepat. Menurutnya, kualitas seseorang lahir melalui proses panjang, ketulusan niat, serta ikhtiar yang dilakukan secara konsisten.

"Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT," ujarnya dikutip, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pendidikan kepolisian harus mampu memadukan kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual dalam setiap proses pembelajaran. Karena itu, revitalisasi masjid tidak hanya berfokus memperbaiki bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai pengabdian.

Menurutnya, masjid pendidikan harus melahirkan pemimpin Polri yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Nilai tersebut menjadi bekal penting menghadapi tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang setiap waktu.

"Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat," katanya.

Selain itu, Dedi mengajak seluruh peserta didik Sespim menginternalisasikan semangat 'Impossible is Nothing' dalam setiap pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut tercermin dari kegigihan seluruh personel, termasuk penyandang disabilitas, saat memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Pada kesempatan itu, Wakapolri juga menegaskan reformasi pendidikan Polri terus berjalan melalui berbagai pembaruan yang berkelanjutan. Langkah tersebut meliputi meritokrasi, talent pool, penyempurnaan kurikulum, hingga pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital.

Peresmian revitalisasi masjid turut diisi kuliah umum oleh K.H. Dr. Aang Ridwan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia mengapresiasi komitmen Polri yang terus memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah di lingkungan pendidikan.

Aang mengatakan nama Panggilan Sujud mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap waktu, umur, serta amal selama menjalani kehidupan. Ia berharap masjid menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi berkualitas.

Melalui revitalisasi tersebut, Polri menegaskan transformasi kelembagaan tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi dan teknologi. Penguatan karakter, spiritualitas, serta kepemimpinan berintegritas juga menjadi fondasi utama membangun Polri yang semakin dipercaya masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....