BPS: Inflasi Juni 2026 Terkendali di Level 3,34 Persen

  • 02 Jul 2026 05:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPS: Inflasi Juni 2026 Terkendali di Level 3,34 Persen

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen. Angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional, yakni 1,5 hingga 3,5 persen, sehingga menunjukkan kondisi inflasi yang tetap terkendali pada paruh pertama 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026.“Pada Juni 2026, terjadi inflasi sebesar 3,34 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 1 Juli 2026.

BPS mencatat tiga kelompok pengeluaran menjadi penyumbang utama inflasi tahunan. Kontributor terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,36 persen.

Komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain beras, ikan segar, minyak goreng, cabai merah. Lalu cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, serta sigaret kretek mesin (SKM).

Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar kedua dengan inflasi tahunan sebesar 4,57 persen dan andil 0,55 persen terhadap inflasi nasional. Kenaikan dipicu oleh meningkatnya harga bensin, tarif angkutan udara, serta biaya pelumas atau oli mesin.

Ateng menjelaskan, kenaikan pada kelompok transportasi dipengaruhi faktor musiman dan eksternal, termasuk penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi serta meningkatnya permintaan transportasi udara selama periode libur sekolah. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar ketiga dengan andil 0,69 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....