Kapolri: Operasi Ketupat 2026 Tekan Fatalitas Kecelakaan 30,4 Persen

  • 01 Jul 2026 18:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapolri menyatakan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 30,4 persen.
  • Hal itu disampaikan Sigit dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Rabu 1 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 30,4 persen. Di mana, menurunkan jumlah kecelakaan sebesar 5,3 persen selama arus mudik dan balik Idulfitri.

Hal itu disampaikan Sigit dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Rabu 1 Juli 2026. Capaian ini merupakan hasil sinergi Polri bersama Kementerian Perhubungan dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengamankan mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

"Bersama-sama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan stakeholder terkait, Polri telah menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik. Sehingga dapat mengurangi jumlah kecelakaan hingga 5,3 persen dan menekan fatalitas sampai 30,4 persen," kata Sigit.

Keberhasilan operasi tersebut juga tercermin dari hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen. Selain meningkatkan keselamatan lalu lintas, Sigit mengatakan kelancaran mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, pengamanan yang berjalan baik mendorong perputaran uang hingga Rp161,8 triliun yang berkontribusi menjaga pertumbuhan ekonomi. "Keberhasilan pengamanan ini juga mendorong perputaran uang hingga Rp161,8 triliun yang turut berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Kapolri menambahkan, Polri juga terus mengoptimalkan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai operasi terpusat maupun kewilayahan. Pengamanan dilakukan pada sejumlah agenda penting, mulai dari kunjungan tamu kenegaraan, kegiatan nasional dan internasional, pengamanan Natal dan Tahun Baru, Idulfitri, hingga penanganan berbagai bencana alam.

Dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra, Polri mengerahkan 4.106 personel untuk mendistribusikan bantuan logistik, mengoperasikan ratusan alat berat, memberikan layanan kesehatan kepada puluhan ribu korban, melakukan pencarian korban menggunakan unit K9, serta mengevakuasi dan mengidentifikasi 1.146 jenazah.

Selain itu, Polri membangun 47 jembatan, termasuk enam jembatan bailey, serta menyediakan 351 sumur bor dan 300 hunian tetap guna mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak. Kapolri menegaskan seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat keberlanjutan pembangunan nasional, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....