Kultur Organisasi Dinilai Jadi Kunci Pembenahan Polr
- 01 Jul 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerhati kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai kultur atau budaya organisasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Polri. Menurutnya, reformasi struktural, cara kerja dalam penanganan perkara menjadi hal-hal penting dalam reformasi struktural Polri.
“Sayangnya kultur menjadi faktor yang sangat sulit dibenahi oleh Polri, meskipun Kapolri terus berupaya melakukan perubahan kultur tersebut. Contoh konkret masalah kultur yang sering disorot masyarakat adalah penanganan perkara,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurutnya, masyarakat masih merasakan adanya tebang pilih dalam penanganan kasus, terutama masyarakat kecil. “Kalau tidak viral, maka tidak ada respon cepat dari kepolisian,” ujarnya.
Belum lagi, kata dia, banyak informasi yang diterima pihaknya soal perkara yang terlalu lama mengendap. “Termasuk masih adanya keengganan masyarakat melaporkan masalah yang mereka hadapi, karena ada kekhawatiran malah biayanya lebih besar, dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Oleh karena itu, kata dia, masalah kultur ini masih menjadi persoalan besar di organisasi Polri. Bambang menyoroti hasil survey beberapa lembaga yang menyebut tingkat kepercayaan terhadap Polri yang meningkat.
“Itu hasil survey yang disampaikan secara umum, tapi jika dilihat lebih jauh ternyata soal penegakan hukum, termasuk penanganann perkara masih rendah,” ujarnya. Maka dari itu, katanya, momen usia ke 80 ini harus menjadi refleksi sejauhmana masalah kultur diperbaiki oleh Polri.
Pada peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026, Polri mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat". Tema tersebut menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan pengabdian kepolisian berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....