Kemensos Berdayakan KPM Jual Roti
- 30 Jun 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos dan PT Sari Roti memberdayakan KPM PKH menjadi penjual roti keliling
- Program diawali dengan pelepasan simbolis 100 KPM di Klaten, Jawa Tengah
- Tahap pertama melibatkan 417 KPM di DIY dan Jawa Tengah
- Peserta memperoleh fasilitas usaha, pelatihan, serta pendampingan penjualan
- Program ditujukan mendorong penerima bansos beralih menuju kemandirian ekonomi
RRI.CO.ID, Klaten – Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan PT Sari Roti memberdayakan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai penjual roti keliling. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penerima bantuan sosial beralih menuju kemandirian ekonomi.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meluncurkan program tersebut dengan melepas secara simbolis 100 KPM PKH sebagai penjual roti keliling. Mereka menggunakan sepeda di Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa 30 Juni 2026.
"Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Gusti Allah. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya," kata Agus Jabo.
Menurut Agus Jabo, program pemberdayaan tersebut merupakan langkah awal agar penerima bantuan sosial mampu meningkatkan kesejahteraan melalui usaha produktif. Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat keluar dari kemiskinan melalui pemberdayaan, bukan bergantung pada bantuan sosial.
"Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah kolaborasi dengan Sari Roti dan Kemensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu," ucapnya.
Ia mengingatkan para KPM agar tetap bersemangat menjalankan usaha meski menghadapi berbagai tantangan. Agus Jabo juga meminta pendamping PKH terus memberikan pembinaan agar usaha para penerima manfaat berkembang.
"Yang penting usaha, semangat, yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," katanya.
Regional Manager PT Sari Roti Andi Bramantya Saputra mengatakan peluncuran tersebut merupakan tahap awal kerja sama pemberdayaan masyarakat bersama Kementerian Sosial. Pada tahap pertama, sebanyak 417 KPM di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilibatkan dalam program tersebut.
Menurut Andi, peserta akan memperoleh fasilitas usaha sesuai kebutuhan. KPM yang belum memiliki kendaraan akan dipinjami sepeda, sedangkan yang telah memiliki sepeda motor akan mendapatkan boks penjualan untuk mendukung aktivitas usaha.
"Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda, yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada box motor. Setelah itu ada pendampingan, ada training, baru nanti jualan di lapangan didampingi tim kami," ucapnya.
Ia menambahkan seluruh aset usaha dipinjamkan selama peserta mengikuti program. Jika fasilitas mengalami kerusakan, perusahaan akan menggantinya sehingga peserta tetap dapat menjalankan usahanya.
Selain menjadi penjual roti keliling, PT Sari Roti juga akan menyesuaikan pemberdayaan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta. KPM dengan latar belakang pendidikan tertentu berpeluang direkrut menjadi tenaga penjualan, sementara peserta lainnya dapat mengikuti pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis produk olahan roti.
"Semua akan kita berdayakan. Ada yang menjadi hawker, ada yang bisa direkrut menjadi salesman, dan ada juga yang diarahkan mengembangkan usaha roti olahan sesuai kemampuan masing-masing," kata Andi.
Selama tiga bulan pertama, peserta akan memperoleh penghasilan melalui sistem komisi berdasarkan hasil penjualan harian dan bulanan. Setelah masa tersebut berakhir, PT Sari Roti bersama Kementerian Sosial akan menerapkan skema penggajian yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....