Tokoh Agama Apresiasi Gelaran Doa Bersama Hari Bhayangkara ke-80
- 30 Jun 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendeta Marcel Saerang mengapresiasi doa bersama lintas agama yang digelar Polri sebagai wujud toleransi dan persatuan menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
- Ia menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat agar Indonesia semakin aman dan damai.
- Brigjen Erthel Stephan menegaskan kegiatan ini menjadi simbol dukungan seluruh elemen masyarakat kepada Polri melalui tema "Polri untuk Masyarakat".
RRI.CO.ID, Jakarta – Pendeta Marcel Saerang beri apresiasi untuk kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Hal tersebut ia sampaikan saat dijumpai wartawan di Auditorium STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.
“Acara hari ini begitu luar biasa. Terima kasih Polri yang mempersiapkan acara dan akhirnya berjalan dengan begitu baik,” ujar Pendeta Marcel.
Ia mewakili para tokoh agama berharap acara yang menjadi salah satu rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi wadah mewujudkan toleransi di tengah keberagaman di masyarakat Indonesia. "Karena sekali lagi, apapun latar belakang agamanya, kita adalah satu keluarga, satu bangsa Indonesia," kata Pendeta Marcel.
“Polri mengundang berbagai macam latar belakang agama untuk saling mendoakan. Karena kita percaya ketika kita mengandalkan Tuhan maka Indonesia akan diberkati,” lanjutnya, lagi.
Pendeta Marcel juga menekankan pentingnya kolaborasi Polri dan juga masyarakat untuk mewujudkan bangsa yang tenteram. "Kalau masyarakat dan Polri bersinergi bersama maka Indonesia akan semakin menjadi tempat yang indah dan nyaman untuk kita tinggali,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Karo Dalpres SSDM Polri, Brigjen Erthel Stephan turut menegaskan tujuan mulia dari kegiatan ini. "Di sini dari enam pemuka agama, kita sama-sama semua meminta untuk menyampaikan doa dari masing-masing agama," ucap Erthel.
"Sehingga Polri itu bukan hanya satu kelompok saja. Tapi merupakan bagian dan perlu di dukung oleh semua komponen masyarakat," ujarnya melanjutkan.
Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar doa bersama lintas agama jelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli besok. Doa bersama dipimpin oleh tokoh dari masing-masing enam agama yang diakui Republik Indonesia.
Membawakan doa secara agama Islam agama oleh K.H. Abdul Manan Ghani, agama Katolik oleh Romo Aloysius Budi Purnomo, dan agama Protestan oleh Pendeta Marcel Saerang. Adapun agama Hindu oleh Pinandita Gede Pastika, agama Budha oleh Bhikkhu Bhadranatha Thera, serta agama Konghucu oleh WS Sunarta Hidayat
Dalam sambutan sebelumnya, Erthel menyampaikan mengenai tema yang diusung untuk peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yakni “Polri untuk Masyarakat”. “Polri menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak dilakukan sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai institusi hingga elemen bangsa lainnya,” kata Erthel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....