Polri Beri Santunan untuk Anak Yatim dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- 30 Jun 2026 21:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri memberikan santunan secara simbolis untuk anak yatim lintas agama dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di STIK-PTIK Lemdiklat Polri.
- antunan diserahkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo kepada enam perwakilan anak yatim dari enam agama.
- Kegiatan ini menjadi simbol keberagaman, kebersamaan, dan komitmen Polri membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat melalui tema "Polri untuk Masyarakat".
RRI.CO.ID, Jakarta – Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia berikan santunan untuk anak yatim. Penyerahan secara simbolis dilakukan pada kegiatan doa bersama lintas agama di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.
Sebanyak 100 anak yatim perwakilan lintas agama diundang dalam kegiatan doa bersama hari ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Pengendalian Personel (Karo Dalpers) SSDM Polri, Brigjen Erthel Stephan.
“Kami mengundang anak-anak yatim dari perwakilan semua agama sebanyak seratus orang. Dengan doa anak yatim, kami harap akan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Erthel dalam sambutannya.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada enam anak selaku perwakilan enam agama. Maju ke atas panggung, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo.
Doa bersama lintas agama yang diselenggarakan ini menjadi salah satu dari sekian rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini menjadi simbol keberagaman dan kebersamaan yang diharapkan akan berlangsung di masyarakat.
Keterlibatan tokoh dari enam agama juga menunjukkan bahwa Polri merupakan institusi yang menjadi milik seluruh masyarakat. Karena itu, dukungan dari seluruh elemen bangsa dibutuhkan untuk mewujudkan Polri yang dipercaya.
“Melalui tema ini, Polri menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak dilakukan sendiri. Melainkan harus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai institusi hingga elemen bangsa lainnya,”ujar Erthel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....