Kasus TBC di Lapas, Layanan Kesehatan Warga Binaan Diminta Lakukan Perbaikan

  • 30 Jun 2026 21:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dorongan tersebut mengemuka seiring temuan 1.464 kasus tuberkulosis (TBC) di lapas maupun rutan di Indonesia.
  • Temuan tersebut juga harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

RRI.CO.ID, Jakarta- Komisi IX mendorong pemerintah memperbaiki layanan kesehatan bagi warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan). Dorongan tersebut mengemuka seiring temuan 1.464 kasus tuberkulosis (TBC) di lapas maupun rutan di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mengatakan tingginya angka tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan. Sekaligus memastikan hak warga binaan memperoleh penanganan TBC secara optimal.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang berhasil menemukan kasus TBC di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, penemuan kasus merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

"Salah satu tantangan penanganan kasus TBC adalah penemuan kasusnya itu sendiri. Kita mengapresiasi terlebih dahulu bahwa ternyata ada langkah untuk bisa menemukan kasus itu di lembaga pemasyarakatan," katanya, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia meminta temuan tersebut juga harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sehingga warga binaan memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai.

Menurut Netty, penanganan TBC tidak cukup hanya dengan menemukan kasus. Pemerintah juga harus memastikan seluruh pasien mendapatkan pengobatan secara rutin. Pemantauan konsumsi obat, serta pemenuhan gizi yang memadai melalui kerja sama antara tenaga kesehatan dan petugas pemasyarakatan.

"Ini sangat penting karena penanganan TBC selain obat rutin yang teratur dikonsumsi juga adalah pemenuhan gizi. Sehingga penyakit TB yang mereka derita bisa sembuh," katanya.

Selain pengobatan, Netty menilai kondisi lingkungan lapas juga perlu menjadi perhatian. Ia menyoroti pentingnya perbaikan sarana dan prasarana, mulai dari ventilasi, akses sinar matahari, kebersihan lingkungan, hingga sanitasi untuk menekan risiko penularan.

"Masuknya sinar matahari, kemudian juga lingkungan mereka tinggal, lingkungan mereka beraktivitas, ini juga harus dipastikan bersih. Kemudian juga sarana sanitasi dan pembuangan limbahnya, ini sangat mempengaruhi," katanya.

Netty juga mendorong edukasi kesehatan diberikan kepada seluruh warga binaan, tidak hanya kepada pasien TBC. Sehingga penularan dapat dicegah di lingkungan lapas yang padat penghuni.

"Edukasi buat warga binaan secara menyeluruh, bukan hanya yang terkena TB tapi juga warga yang sehat agar tidak tertular. Penularan di area yang sangat padat dengan jumlah warga binaan yang banyak tentu bisa menjadi sarana penularan jika tidak dilakukan penanganan secara komprehensif," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....