Bangun Budaya Literasi, Legislator Dorong Pembangunan Pojok Baca di Gedung DPR

  • 29 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembangunan pojok baca sebagai upaya dalam membangun budaya literasi dimulai dari lingkungan terdekat.
  • Pojok literasi diharapkan bukan saja di gedung DPR saja, namun bisa diahadirkan di kantor kementerian atau lembaga maupun instansi pemerintah lainnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI, Willy Aditya mendorong pembangunan pojok baca di gedung DPR. Hal ini sebagai langkah untuk membangun budaya literasi dimulai dari lingkungan terdekat.

Menurutnya, pojok baca di gedung DPR bisa dibangun di beberapa lokasi ‘transit’. Dengan demikian, harapnya, orang-orang yang beraktivitas di gedung DPR mempunyai akses membaca.

“Niat baik membangun literasi bisa dimulai dari hal-hal yang ada di sekitar kita. Untuk orang-orang di lingkungan kita sendiri," kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29 Juni 2026.

Willy juga mengatakan, jika pojok baca bisa dibangun di DPR, ia berharap itu bisa dicontoh oleh instansi lain. Dari mulai kementerian, lembaga dan instansi pemerintah lainnya.

"Kta berharap gerakan literasi Indonesia semakin besar manfaatnya. Mungkin juga bisa dilakukan di kementerian/lembaga lain," katanya.

Willy menyebut semua masyarakat dari berbagai kalangan berhak memperoleh akses literasi. Termasuk OB, sopir hingga petugas keamanan.

“Literasi merupakan bagian dari pendidikan. Artinya saat akses literasi terpenuhi, hak dasar warga untuk mendapat pendidikan juga terpenuhi," katanya.

Ia pun menekankan pentingnya gerakan literasi menyusul fenomena krisis literasi yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, krisis literasi di Indonesia adalah tantangan multidimensional yang ditandai dengan rendahnya skor PISA (Programme for International Student Assessment).

"Kita lihat bagaimana di berbagai daerah ditemukan anak-anak sekolah tingkat lanjut yang belum bisa membaca. Maka berbagai pendekatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat perlu semakin diperbanyak, termasuk memperluas akses membaca untuk masyarakat," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....