Presiden Prabowo Ingin Pertemuan dengan Profesor Digelar Setiap Bulan

  • 28 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 3. Presiden Prabowo akan senantiasa transaparan menyampaikan situasi terkini di masyatakat
  • 1. Presiden Prabowo menginginkan agar sering bertemu rektor
  • 2. Kepala Negara masih membutuhkan pemikiran guru besar kampus dari berbagai perguruan tinggi

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pertemuan dengan guru besar dari berbagai universitas, lebih intensifkan. Presiden berharap pertemuan digelar setiap bulan karena Kepala Negara membutuhkan pemikiran dari guru besar.

"Menurut saya, dan saya kalau empat kali ketemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita ketemu, benar, saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar," kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026.

Presiden Prabowo mengatakan sebagai Kepala Negara akan senantiasa jujur untuk menyampaikan kondisi bangsa termasuk yang terjadi di negara lain. Menurut Kepala Negara, kejadian di negara lain akan memberikan dampak kepada Indonesia.

Presiden Prabowo mencontohkan jika terjadi perang nuklir, rakyat Indonesia akan merasakan imbasnya walau jarak ke lokasi perang, ribuan kilometer. Indonesia akan terkena dampaknya kendati Indonesia tidak terlibat didalam peperangan tersebut.

"Sekarang, kejadian belasan ribu kilometer berpengaruh kepada kehidupan kita. Kita tidak bertikai, kita tidak bermusuhan sama siapa-siapa, tapi kalau ada perang nuklir di satu belahan dunia, kita akan kena dampaknya," kata Kepala Negara.

"Saya berusaha untuk selalu menyampaikan keadaan umum yang kita hadapi sebagai suatu bangsa. Bahwa bumi kita, planet kita, sudah semakin menjadi kecil karena sains dan teknologi," ujar Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut Presiden Prabowo sempat bercanda soal penampilan sejumlah menteri yang berubah karena harus menjalankan amanah dari rakyat. Ia mencontohkan perubahan pada rambut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Saya perhatikan beberapa pembantu saya waktu awal dilantik rambutnya masih bagus, setelah 18 bulan semakin botak itu. Aku perhatikan Pak Bahlil, banyak itu rambutnya sudah makin ke atas," katanya bercanda.

Acara sarasehan kebangsaan dihadiri oleh 2.600 orang yang terdiri dari rektor, dekan dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air baik negeri maupun swasta. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan taklimat secara tertutup.

"Saya kira itu ya sementara, dan ini ada catatan bahwa mohon perhatian bapak, wartawan masih ada di 5 menit pertama Bapak Presiden. Dengan hormat, saya mengundang para wartawan untuk minum kopi," kata Presiden Prabowo meminta awak media untuk meninggalkan ruang pertemuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....