Mentrans Tegaskan Transmigrasi Lahirkan Ribuan Desa Bangun Indonesia
- 28 Jun 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program transmigrasi yang ada selama ini telah melahirkan ribuan desa
- Jejak panjang program transmigrasi telah membentuk ribuan desa, ratusan kabupaten, hingga sejumlah provinsi untuk membangun Indonesia
- Hingga kini, kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kota dan kabupaten, dan 3 provinsi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program transmigrasi yang ada selama ini telah melahirkan ribuan desa. Menurutnya, jejak panjang program transmigrasi telah membentuk ribuan desa, ratusan kabupaten, hingga sejumlah provinsi untuk membangun Indonesia.
Hingga kini, kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kota dan kabupaten, dan 3 provinsi. Hal ini telah menjadikannya salah satu fondasi penting pembangunan wilayah di Indonesia.
“Selama ini orang mengenal transmigrasi hanya sebagai program memindahkan penduduk. Padahal kontribusinya jauh lebih besar, transmigrasi telah melahirkan lebih wilayah administratif yang definitif," kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Minggu 28 Juni 2026.
Menteri Iftitah menjelaskan, ketiga provinsi tersebut adalah Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan tumbuh dari kawasan-kawasan transmigrasi. Sejak pertama kali dilaksanakan, program transmigrasi juga telah memfasilitasi perpindahan sekitar 9,1 juta jiwa.
Perpindahan penduduk tersebut kemudian menjadi penggerak lahirnya permukiman, pusat-pusat ekonomi, serta pemerintahan baru di berbagai wilayah Indonesia. Kementrans mencatat hingga kini telah ada 154 kawasan transmigrasi tersebar di seluruh Indonesia, kecuali di Jawa dan Bali.
“Transmigrasi telah membuka kawasan-kawasan baru yang kemudian berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa transmigrasi memiliki peran strategis dalam membangun Indonesia,” ucapnya.
Menteri Iftitah memaparkan, capaian tersebut menjadi pijakan untuk mentransformasi kebijakan transmigrasi agar relevan dengan tantangan pembangunan masa depan. Fokus Pemerintah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau dulu fokusnya distribusi penduduk, sekarang fokus kita adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi. Ukuran keberhasilannya bukan lagi berapa orang yang dipindahkan, tetapi berapa banyak masyarakat yang bisa disejahterakan,” ujarnya.
Menteri Iftitah menambahkan, pembangunan kawasan transmigrasi kini dilakukan secara terpadu. Dengan mengintegrasikan permukiman, kawasan industri, pertanian modern, pendidikan, layanan kesehatan, serta investasi agar manfaat ekonominya tumbuh secara berkelanjutan.
“Dahulu transmigrasi membuka wilayah baru, hari ini tugas kita adalah menjadikan kawasan-kawasan itu sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Di sanalah investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Itulah wajah baru transmigrasi Indonesia,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....