Wamenaker: PKB Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat
- 28 Jun 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Karena dibangun melalui dialog, musyawarah, dan kesepahaman antara manajemen dengan pekerja
- Menurut Afriansyah, keberhasilan penyusunan PKB menunjukkan bahwa perbedaan kepentingan tidak harus berujung pada konflik
- Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) merupakan cerminan hubungan industrial yang sehat
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) merupakan cerminan hubungan industrial yang sehat. Karena dibangun melalui dialog, musyawarah, dan kesepahaman antara manajemen dengan pekerja.
Menurut Afriansyah, keberhasilan penyusunan PKB menunjukkan bahwa perbedaan kepentingan tidak harus berujung pada konflik. Melainkan dapat diselesaikan melalui kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
"Keberhasilan PKB ini menunjukkan bahwa perbedaan kepentingan tidak harus berujung pada konflik berkepanjangan. Melainkan dapat diwadahi melalui solusi yang mengakomodasi semua pihak," kata Afriansyah, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia menilai PKB tidak hanya memiliki fungsi administratif dan legal formal, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama. Dalam membangun hubungan kerja yang sehat, adaptif, dan berkeadilan.
Afriansyah mengatakan ruang komunikasi yang terbuka menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas perusahaan dan kesejahteraan pekerja. Karena itu, proses perundingan yang melibatkan berbagai pandangan menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan industrial.
Ia menjelaskan, dalam proses penyusunan PKB sempat muncul perbedaan pandangan, khususnya pada tahap pra-perundingan terkait penentuan komposisi tim perunding. Namun, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 28 Tahun 2014.
Lebih lanjut, Afriansyah menekankan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan industrial setelah penandatanganan PKB. Menurutnya, dokumen tersebut harus menjadi pedoman bersama untuk memperkuat kepercayaan dan kolaborasi antara manajemen dan pekerja.
Ia berharap setiap persoalan yang muncul di lingkungan kerja dapat diselesaikan melalui dialog sehingga potensi perselisihan dapat diminimalkan sejak dini. "Semoga kesepakatan ini dapat mendorong lahirnya budaya kerja yang semakin produktif sekaligus memperkuat kinerja perusahaan," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan PKB merupakan instrumen strategis yang mencerminkan kesamaan pandangan. Antara manajemen dan pekerja dalam memperkuat arah pengembangan perusahaan.
Menurut Bobby, hubungan industrial yang sehat hanya dapat terbangun melalui komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, serta komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama. "Hubungan industrial yang sehat hanya dapat terwujud melalui komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, serta komitmen untuk tumbuh bersama," kata Bobby.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....