Menteri KKP Prediksi Kampung Nelayan Berpotensi Hasilkan 2,8 Juta Ton Ikan Setahun
- 28 Jun 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 2,8 juta ton hasil perikanan diperkirakan bisa dihasilkan dari 1.369 titik Kampung Nelayanan Merah Putih di Indonesia.
- Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan 5.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih berdiri di akhir tahun 2029.
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih rampung pada akhir 2026. Serta bertambah menjadi 5.000 titik pada akhir 2029 mendatang.
Ia juga mengatakan, kehadiran 1.369 titik Kampung Nelayan bisa meningkatkan produk perikanan di Indonesia.
Bahkan ia memperkirakan 2,8 juta ton produksi perikanan bisa dihasilkan dari 1.369 titik Kampung Nelayan.
"Kalau nanti Presiden kan minta untuk saya yang bangun sampai akhir 2029 itu 5.000 titik ya. Dari 1.300 ini saja, itu kira-kira 2,8 juta ton," katanya, dalam keteranganya, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Trenggono, salah satu jurus untuk meningkatkan produktivitas tersebut adalah optimalisasi penggunaan teknologi penyimpanan ikan yang modern. Untuk itu, para nelayan akan difasilitasi slurry ice atau es berbentuk cair untuk menjaga kesegaran ikan selama beberapa hari ke depan.
"Jadi dia (nelayan) ke laut itu sudah slurry es yang tahannya bisa sampai 3 hari, dan itu kualitasnya sangat bagus ya. Ikannya itu masih fresh gitu, masih bagus," katanya.
Trenggono berharap kehadiran manajer Kampung Nelayan dapat memastikan seluruh fasilitas terkelola dengan baik. Sehingga bisa menunjang kegiatan para nelayan.
Ia juga mengatakan,pemerintah juga berencana memasang mini processing di kampung nelayan. Fasilitas ini dapat mewadahi hasil tangkapan ikan untuk langsung di vakum, dipacking, dan sebagainya.
Melalui Kampung Nelayan, pemerintah juga hendak mengembangkan pengolahan produk perikanan cepat atau fast food. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan rantai pasok perikanan dari hulu hingga hilir.
"Sehingga tingkat ketelusuran ikannya jadi lebih bagus dan produk ikan yang ditangkap juga lebih segar dibandingkan yang ada saat ini. Karena yang terjadi kan mereka menangkap kesulitan esnya, sehingga kualitas ikannya menjadi lebih jelek, dan seterusnya," ujarnya.
Keberadaan Kampung Nelayan juga tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan semata. Tetapi juga untuk memperbaiki kualitas ikan dan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....