Pertamina Buka Peluang Penurunan Harga BBM Bertahap Mulai Awal Juli 2026
- 28 Jun 2026 07:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina membuka peluang penurunan harga BBM secara bertahap mulai awal Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia.
- Dewan Komisaris Pertamina mendorong penyesuaian harga agar masyarakat memperoleh energi dengan harga lebih terjangkau.
- Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina (Persero) membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak secara bertahap mulai awal Juli 2026. Kebijakan tersebut seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengatakan Dewan Komisaris telah memberikan masukan kepada Direksi terkait penyesuaian harga. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh harga energi yang lebih terjangkau.
"Untuk itu, kami telah memberikan masukan kepada Direksi dan terus mendorong serta memproyeksikan di awal bulan depan ini. Diharapkan sudah mulai ada penyesuaian atau penurunan harga secara bertahap," ujar Iriawan, dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurutnya, arahan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar Pertamina mengutamakan kepentingan rakyat. Dewan Komisaris juga terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan perusahaan berpihak kepada masyarakat.
Ia menjelaskan penyesuaian harga BBM tidak dapat dilakukan secara langsung mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Pertamina menggunakan formula harga rata-rata minyak mentah satu bulan sebelumnya dalam menentukan harga jual.
"Minyak yang kita proses dan distribusikan saat ini sebenarnya adalah hasil pembelian dengan harga rata-rata bulan lalu, posisinya saat itu memang masih relatif tinggi, di atas USD80 per barel. Ada jeda waktu dalam proses pengadaan hingga produksi," ujarnya.
Iriawan menambahkan sistem evaluasi berkala tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global. Dengan mekanisme tersebut, konsumen tidak langsung terdampak ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam.
Selain membahas harga BBM, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah. Pertamina juga terus memantau perkembangan situasi global melalui pusat krisis yang beroperasi selama 24 jam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....