Penerapan bahan bakar B50 Dinilai Mampu Tekan Impor Solar
- 28 Jun 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penerapan bahan bakar B50 mulai Juli 2026 secara nasional mendatang menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan impor solar nasional.
- B50 merupakan campuran lima puluh persen biodiesel berbahan sawit dan lima puluh persen solar fosil.
- Campuran biodiesel berbasis sawit dapat meningkatkan porsi energi ramah lingkungan dibandingkan sebelumnya secara bertahap.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmi Radhi, merespons penerapan bahan bakar B50 mulai Juli 2026 secara nasional mendatang. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan impor solar nasional.
Fahmi mengatakan, bahwa B50 merupakan campuran lima puluh persen biodiesel berbahan sawit dan lima puluh persen solar fosil. “B50 diharapkan mampu menggantikan sebagian kebutuhan solar impor sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar negeri berkurang,” tutur Fahmi Radhi bersama PRO3 RRI.
Fahmi Radhi menilai implementasi B50 menjadi bagian penting transisi energi menuju penggunaan bahan bakar yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, penggunaan campuran biodiesel berbasis sawit dapat meningkatkan porsi energi ramah lingkungan dibandingkan sebelumnya secara bertahap.
“Meski belum sepenuhnya bersih, peningkatan penggunaan biodiesel tetap menjadi langkah positif menuju sistem energi berkelanjutan,” ujarnya. Selain itu, Fahmi mengingatkan bahwa pemerintah perlu memperhitungkan kebutuhan minyak sawit untuk sektor energi nasional.
Ia berpandangan kebutuhan pangan juga wajib diprioritaskan karena minyak sawit selama ini menjadi bahan baku utama. “Jangan sampai peningkatan kebutuhan biodiesel justru mengurangi pasokan minyak goreng dan memicu kenaikan harga pasar,” katanya.
Fahmi turut mengemukakan bahwa tantangan lain berada pada aspek biaya produksi dan pemberian subsidi pemerintah. Menurutnya, harga B50 harus tetap kompetitif agar masyarakat bersedia beralih dari penggunaan solar konvensional.
Ia juga menyorot potensi meningkatnya permintaan minyak sawit yang dapat memberikan keuntungan bagi petani dalam negeri. Fahmi Radhi berharap implementasi B50 berjalan efektif, mendukung ketahanan energi, menjaga kebutuhan pangan, serta memperkuat kesejahteraan petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....