Dari Pulau Terpencil, Pelaut Indonesia Mendunia

  • 27 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu menerima standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).
  • Sertifikat ini dikeluarkan dalam konvensi internasional yang mengatur sertifikasi tenaga pelaut global.

RRI.CO.ID, Jakarta - SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu membuktikan keterbatasan geografis bukan halangan mencetak pelaut kelas dunia. Tiga dari lima program keahliannya kini diakui industri pelayaran internasional.

Pengakuan itu hadir dalam bentuk approval sesuai standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW). Sertifikat ini dikeluarkan dalam konvensi internasional yang mengatur sertifikasi tenaga pelaut global.

Ijazah lulusan tiga jurusan SMKN 61 kini berlaku di perusahaan pelayaran seluruh dunia. Ketiga jurusan yang mendapat pengakuan internasional adalah Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan.

Dua jurusan lainnya, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut serta Kuliner. Dalam hal ini melengkapi spektrum keahlian yang ditawarkan sekolah.

Kepala Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu Muhammad Thohari mengatakan, pencapaian ini bukti nyata kualitas pendidikan vokasi maritim di kepulauan. Lokasi terpencil tidak menghalangi sekolah menghasilkan SDM yang bersaing di panggung global.

"Kami bangga bisa mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mental dan pengalaman maritim yang sesungguhnya. Sistem ketarunaan yang kami terapkan membentuk kedisiplinan dan karakter kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di dunia pelayaran," kata Thohari saat menyerahkan Certificate of Approval untuk program keahlian Nautika Kapal Niaga (NKN) dan Teknika Kapal Niaga (TKN) kepada Kepala SMKN 61 Jakarta Firdaus di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Kamis, 25 Juni 2026.

Letak sekolah di tengah laut justru menjadi keunggulan yang tidak dimiliki sekolah maritim di daratan. Taruna belajar langsung di laut, mengenal cuaca, arus, dan ekosistem perairan dalam kondisi nyata setiap harinya.

Pengalaman belajar yang kontekstual ini membentuk insting dan kepekaan taruna terhadap dinamika laut. Tidak ada simulasi yang bisa menggantikan nilai belajar langsung di lingkungan maritim yang sesungguhnya.

SMKN 61 menerapkan sistem pendidikan ketarunaan yang mengutamakan kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini ditanamkan sejak hari pertama taruna masuk dan diperkuat melalui sistem asrama yang terstruktur.

Sistem asrama melatih kemandirian siswa jauh sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Taruna yang terbiasa hidup mandiri dan disiplin terbukti lebih siap menghadapi tekanan kehidupan di atas kapal.

Dari sisi fasilitas, sekolah dilengkapi bridge simulator, engine simulator, dan berbagai laboratorium penunjang berstandar industri. Perangkat ini membiasakan taruna dengan teknologi yang akan mereka operasikan di kapal sesungguhnya.

Bursa Kerja Khusus sekolah aktif membangun jejaring dengan lembaga pelatihan kerja dan perusahaan mitra di dalam dan luar negeri. Jalur penempatan ke Jepang menjadi salah satu program yang paling konsisten menghasilkan penyerapan kerja.

Lulusan SMKN 61 kini berkarier di perusahaan perikanan dan kuliner di Jepang. Rekam jejak ini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon siswa yang ingin membuka peluang karier internasional sejak bangku sekolah.

Kepala SMKN 61 Firdaus mengatakan, keberhasilan ini tidak lahir dari satu faktor tunggal. Sinergi kurikulum berbasis industri, fasilitas modern, ketarunaan, dan lingkungan maritim autentik menjadi kombinasi yang sulit ditiru.

Thohari mengatakan, banyaknya alumni yang bekerja di luar negeri menjadi indikator paling jujur kualitas sekolah. Pasar kerja global tidak pernah berbohong dalam menilai kompetensi tenaga kerja yang masuk.

Capaian SMKN 61 meruntuhkan anggapan bahwa mutu pendidikan ditentukan oleh lokasi dan kemudahan akses. Komitmen, sistem yang tepat, dan lingkungan belajar yang autentik terbukti lebih menentukan kualitas lulusan.

Dari Pulau Tidung yang dikelilingi laut, SMKN 61 terus mengirim pelaut-pelaut muda Indonesia ke pentas dunia. Sekolah kecil di pulau terpencil ini membuktikan Indonesia mampu bersaing di industri maritim global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....