Menhub Rahasiakan MRT Tangsel Hindari Spekulan Tanah

  • 27 Jun 2026 18:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan rute Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan (Tangsel) belum dibuka kepada publik
  • Hal tersebut guna mencegah spekulasi tanah yang berpotensi meningkatkan biaya pembangunan proyek akibat adanya calo tanah

RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan rute Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan (Tangsel) belum dibuka kepada publik. Hal tersebut guna mencegah spekulasi tanah yang berpotensi meningkatkan biaya pembangunan proyek akibat adanya calo tanah.

"Itu biasanya kita enggak akan buka, karena apa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana, kasihan juga kan mereka (investor). Yang paling penting mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya," ujar Menhub, Sabtu 27 Juni 2026.

Dudy menanggapi pernyataan tersebut karena beredarnya informasi di media sosial yang menyebut jalur MRT akan melintasi sejumlah kawasan berbeda menuju Tangsel. Yakni Pondok Cabe dan Pondok Aren.

"Mereka (investor, Red) akan ngitung mau lewat Pondok Cabe kah atau mau lewat Pondok Aren. Karena pasti menimbulkan spekulasi berbeda," kata Dudy.

Menurut Dudy, pemerintah memilih menjaga kerahasiaan trase, karena informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu. Mereka mantinua akan melakukan spekulasi harga tanah disekitar jalur pembangunan nantinya.

Ia menjelaskan kenaikan harga tanah akibat kebocoran informasi dapat meningkatkan biaya investasi. Sehingga perencanaan proyek menjadi kurang efisien dan berpotensi membebani pengembangan infrastruktur transportasi.

"Kita belum tahu, kalau pun keluar (rutenya, Red) itu akan mereka simpan sendiri, kenapa? Karena kan yang berinvestasi mereka. Karena kalau misalnya ini bocor keluar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya," ucapnya.

Menhub menegaskan investor juga memiliki kepentingan menjaga kerahasiaan rute. Agar proses pengadaan lahan tidak dipengaruhi lonjakan harga yang dapat mengganggu kelayakan investasi proyek.

Menurut Dudy, kenaikan harga tanah yang tidak wajar justru lebih banyak menguntungkan para spekulan. Dibandingkan masyarakat yang membutuhkan pembangunan transportasi massal untuk meningkatkan mobilitas sehari-hari.

Ia menilai apabila biaya investasi meningkat akibat spekulasi lahan, dampaknya dapat dirasakan masyarakat karena pengembangan proyek menjadi lebih mahal dibandingkan perencanaan awal pemerintah. "Biasanya mereka enggak akan buka itu. Karena takutnya itu akan berpengaruh ke biaya investasinya mereka," kata dia.

"Nanti tiba-tiba tanah yang tadinya Rp1 juta (per hektare, Red) jadi Rp30 juta gitu. Nah, hitungannya sudah enggak masuk. Akhirnya apa, yang dikorbankan siapa? Masyarakat, yang diuntungkan cuman para makelar-makelar aja," ujar Dudy.

Dudy menegaskan pemerintah lebih mengutamakan perluasan jangkauan layanan transportasi massal serta peningkatan konektivitas. Sehingga masyarakat memperoleh akses perjalanan yang semakin mudah dan efisien.

Ia menambahkan investor memiliki kewenangan menentukan pola pengembangan jaringan berdasarkan hasil kajian bisnis dan kebutuhan kawasan tanpa harus mengungkapkan rute sejak tahap awal perencanaan. "Tujuan akhir (MRT Tangsel) kan BSD. Ya terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya sih yang penting jangkauannya sudah semakin jauh gitu, dan konektivitasnya lebih bagus," kata Menhub.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan progres pembangunan MRT menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat. Menurutnya, transportasi publik modern ini akan menjadi solusi nyata bagi pergerakan masyarakat commuter di wilayah penyangga Jakarta, khususnya Tangsel.

"Memang bukan suatu hal yang sederhana dalam mewujudkan sebuah trase MRT. Perlu kajian mendalam dan terukur, agar trase yang dibangun memenuhi kaidah pelayanan publik yang berkualitas dan terjangkau hingga perhitungan skema investasi yang tepat," ujar Pilar.

Ia menegaskan pembangunan MRT bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan investasi besar untuk masa depan. Proses kajian mendalam terus dilakukan, mulai dari rencana trase yang tepat, skema pelayanan publik, hingga pola investasi agar proyek berjalan efektif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....