Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam Meninggalnya Peserta Latsarmil

  • 27 Jun 2026 18:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026
  • 2. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberi arahan salah satu diantaranya adalah evaluasi kegiatan
  • 3. Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 telah menjalani pemeriksaan kesehatan

RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah menyampaikan duka mendalam atas wafatnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026. Lima peserta tersebut meninggal dunia ketika sedang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial (Latsarmil).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) selaku penyelenggara Latihan Bela Negara menegaskan akan memperkuat aspek kesehatan dan pengawasan medis guna memastikan keselamatan seluruh peserta program. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan evaluasi menyeluruh atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Arahan dari Menteri Sjafrie yakni menempatkan keselamatan peserta sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan program. Selain itu, arahan lainnya adalah pengawasan medis, profiling kesehatan, penyesuaian intensitas kegiatan, sistem rujukan dan mekanisme deteksi dini bagi peserta yang memiliki faktor resiko.

Penyelenggara melakukan profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko. Penyesuaian intensitas kegiatan sesuai kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan.

Selain itu, Kemhan juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan penyakit yang berpotensi dialami peserta selama pendidikan. Penjelasan Ketut disampaikan dalam keterangan pers di Kemnhan.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta Program SPPI yang sedang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial. Kementerian Pertahanan berkomitmen terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan penyelenggaran program agar berlangsung semakin aman, profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan seluruh peserta,” kata Ketut seperti dalam keterangan tertulis dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu, 27 Juni 2026.

Adapun kelima peserta tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja; Anisa Muyassaroh, Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Selanjutnya Novia Rahmadhani Sihotang, Satdik Pusbahasa Kodiklatau; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Satdik Yon PARAKO 465; dan Nola Dya Sari, Satdik C Kalimantan.

Ia menyampaikan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur. Mulai dari fasilitas kesehatan di satuan pendidikan hingga dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Sebagai langkah mitigasi, penyelenggara juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, observasi dan isolasi terhadap peserta yang memerlukan. Serta koordinasi intensif dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan TNI untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan kesehatan secara tepat dan optimal.

Ketut menjelaskan kelima peserta memiliki kondisi medis yang berbeda-beda. Kendati demikian, sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi laboratorium darah dan urine.

Selanjutnya tes kehamilan, rontgen thoraks, EKG, USG abdomen. Pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan penyelenggara juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program agar lebih adaptif terhadap kondisi peserta. Metode pembelajaran ke depan akan lebih memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui pendekatan yang lebih edukatif, membangun kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, dan suasana belajar yang lebih kondusif.

Kedepan, penyelenggaraan akan semakin aman, professional, akuntabel dan mengutamakan keselamatan peserta. Kemhan juga memastikan seluruh keluarga korban memperoleh pendampingan, mulai dari proses pemulangan jenazah, pemberian santunan sesuai ketentuan, hingga penyelesaian hak-hak peserta.

“Kementerian Pertahanan berkomitmen terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan penyelenggaraan program. Tentu agar berlangsung semakin aman, profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan seluruh peserta," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....