Kemhan Tegaskan Calon Manajer Kopdes ikut Latsarmil Bukan untuk Bertempur
- 27 Jun 2026 16:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Kementerian Pertahanan memastikan latihan dasar militer untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan bukan untuk membentuk tentara
- 2. Tujuan latihan dasar militer untuk membentuk jiwa kepemimpinan yang berkarakter, penuh tanggung jawab, dapat bekerja dibawah tekanan dan profesional
- 3. Materi latihan dasar militer disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertahanan RI kembali menegaskan kegiatan latihan dasar (Latsarmil) bagi peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih bukan untuk bertempur. Para peserta tetap dengan profesi sipil dengan penugasan sebagai manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer. Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit, penekannya bukan pada kemampuan tempur,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam keterangan pers di Kementerian Pertahanan RI, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ketut menjelaskan kegiatan Latsarmil untuk membentuk karakter peserta, meningkatkan kedisplinan dan kepemimpinan, integritas, kerja sama. Kemudian membentuk sikap bertanggung jawab, profesionalisme, bekerja dibawah tekanan dan semangat mengabdi untuk masyarakat.
Selain itu, korelasi antara Latsarmil dengan pertahanan negara sesuai dengan rencana aksi strategis kopdes dan kampung nelayan yakni memperkuat ekonomi kerakyatan. Sementara ekonomi rakyat yang kuat menjadi bagian dari ketananan nasional.
“Pembentukan calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kemimpinan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional. Penting untuk mendukung pertahanan negara secara luas,” katanya.
“Program ini bukan dimaksudkan untuk membentuk prajurit, melainkan membentuk calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang memiliki karakter kuat. Berintegritas, disiplin, mampu bekerja sama, dan siap laksanakan tugas pengabdian,” katanya menegaskan.
| Baca juga: TB Hasanuddin Desak Evaluasi Latsarmil SPPI |
Ketut memastikan materi latihan bela negara dan manajerial telah disusun secara terukur . Materi disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil.
Ia juga menjelaskan, para peserta telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan latihan dasar militer. Pemeriksaan tersebut meliputi laboratorium darah, urin, tes kehamilan, ronsen torak, EKG, USG, abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur, dan kesehatan jiwa.
“Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evolusi menyeluruh terhadap aspek kesehatan. Pengawasan medis, profiling kesehatan, penyesuaian intensitas kegiatan, sistem merujukan, serta mekanisme deteksi dini bagi peserta yang memiliki faktor risiko,” ujarnya.
Kegiatan latihan dasar militer sesuai dengan rekomendasi tim kesehatan yakni mengutamakan kesehatan peserta. Kementerian Pertahanan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pendampingan tim medis mulai pencegahan, deteksi dini, penanganan penyakit paru dan menular di lingkungan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....