Kementerian Pertahanan Pastikan Peserta Latsarmil Ikut Secara Sukarela
- 27 Jun 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada paksaan bagi peserta pada program latihan dasar militer
- 2. Peserta bersedia mengikuti kegiatan sesuai dengan ketentuan berlaku
- 3. Tujuan latihan dasar militer untuk membentuk karakter displin dan bertanggung jawab
RRI.CO.ID, Jakarta- Kementerian Pertahanan RI menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026. Mereka adalah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Atas nama Kementerian Pertahanan, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan dukacita yang sedalam- dalamnya. Dukacita atas wafatnya lima peserta program SPPI KDMP-KNMP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam keterangan pers di Kementerian Pertahanan RI, Sabtu, 27 Juni 2026.
Lebih lanjut Ketut Gede menjelaskan para peserta SPPI mengikuti kegiatan secara sukarela. Sejak awal pendaftaran, para peserta mengetahui salah satu tahapan yang dilalui oleh peserta adalah latihan dasar militer (Latsarmil).
Kegiatan latsarmil memiliki tujuan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab. Kemudian sikap profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekananan dan semangat mengabdi kepada masyarakat.
“Perlu kami sampaikan pula bahwa peserta SPPI yang mengikuti program ini bukan karena paksaan. Sejak proses rekrutmen dan seleksi open building, para peserta telah mengetahui bahwa salah satu tahapan pembentukan karakter melalui unitas bela negara dan manajerial,” katanya.
Ketut menjelaskan peserta telah melalui proses mulai dari seleksi dan tahap pendidikan . Pada prinsipnya peserta bersedia mengikuti kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Animo dari peserta yang menganggap program KDMP dan KNMP, sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan desa, penguatan ekonomi kerakyatan. Sekaligus membuka ruang pengabdian dan kesempatan kerja di berbagai wilayah Indonesia.
“Dengan mengikuti proses seleksi hingga tahap pendidikan, peserta pada prinsipnya telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti seluruh rangkaian program sesuai ketentuan yang berlaku. Antusiasme peserta juga menunjukkan program ini dipandang sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan desa, penguatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya menerangkan.
Ketut menjelaskan Kementerian Pertahanan menjadi salah satu yang tergabung dalam panitia seleksi tingkat nasional. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menugaskan kementeriannya untuk menyelenggarakan bela negara.
“Guna memperkuat sikap disiplin, pembentukan karakter bagi para peserta sebelum mereka menjalankan penugasan. Penugasan sebagai pengelola kopdes dan kampung nelayan,” kata Ketut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....