Dudung Menyebut Tidak Ada Unsur Kelalaian atas Tewasnya Peserta Latsarmil

  • 26 Jun 2026 15:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga orang peserta usai mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil)
  • 2. Dudung menyebut tidak ada unsur kelalaian
  • 3.Latihan Dasar Kemiliteran sangat penting bagi calon Manajer untuk membangun peserta yang disiplin, loyalitas, kerja sama, serta jiwa korsa.

RRI.CO.ID, Jakarta- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga orang peserta usai mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Ketiganya merupakan calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

"Saya juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," Kata Dudung dalam keterangan pers di kantornya, Jumat, 27 Juni 2026.

Dudung mengatakan berdasarkan informasi di lapangan, tidak terdapat unsur kelalaian karena menurutnya latihan pada program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), tidak berat. Ia menduga ada faktor kesehatan atau lainnya namun evaluasi dan investigasi kasus masih berjalan.

"Peristiwa itu terjadi di tiga lokasi dan saat ini masih dalam proses evaluasi. Berdasarkan informasi yang saya terima, belum ditemukan adanya unsur kelalaian. Pelatihan seperti SPPI pada dasarnya tidak terlalu berat, saat ini masih dilakukan evaluasi dan investigasi agar ke depan menjadi lebih baik," katanya.

Dudung mengatakan sebelum mengikuti Latsarmil, peserta akan mengikuti berbagai tahapan diantaranya pemeriksaan kesehatan. Ia menjelaskan dalam proses pelatihan, bisa saja terdapat peserta yang secara fisik maupun mental tidak kuat, atau terdapat faktor-faktor lain.

"Sebelum pelatihan dilaksanakan, seluruh peserta telah menjalani tes kesehatan. Kematian pada akhirnya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar Dudung.

"Namun dalam proses pelatihan bisa saja ada peserta yang secara fisik maupun mental tidak kuat. Atau terdapat faktor-faktor lain," katanya menegaskan.

Dudung menegaskan Latihan Dasar Kemiliteran sangat penting bagi calon Manajer untuk membangun peserta yang disiplin, loyalitas, kerja sama, serta jiwa korsa. Dudung mengatakan para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah dan calon pemimpin BUMN pernah mengikuti retret diantaranya di Magelang, Jawa Tengah.

Kendati demikian, setiap pelatihan harus ada evaluasi dan memastikan sesuai dengan prosedur. Kepastian tersebut untuk memastikan tidak ada peserta yang mengalami insiden.

"Ke depan, setiap pelatihan harus benar-benar sesuai prosedur. Tentu dengan mengutamakan faktor keselamatan sehingga tidak lagi menimbulkan korban," jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....