Kementras Bangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur Kawasan
- 27 Jun 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kolaborasi internasional
- Menurutnya, upaya tersebut memiliki urgensi sebagai fondasi untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan di 154 kawasan
- Menteri Iftitah menyebut, Kementerian Transmigrasi tidak lagi memandang transmigrasi sekadar sebagai program perpindahan penduduk
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementras) menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya menyediakan infrastruktur fisik. Penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di 154 kawasan transmigrasi Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, transmigrasi kini dimaknai sebagai strategi pembangunan kawasan. Tujuannya mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat transmigran.
"Pembangunan kawasan tidak cukup hanya membangun jalan, rumah, atau fasilitas dasar. Yang paling penting adalah membangun manusianya agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayahnya," kata Iftitah, dalam keterangannya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan antarnegara dinilai penting dalam menyiapkan SDM unggul. Jejaring global ini sekaligus diharapkan mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
"Semangat kolaborasi Indonesia dan Australia diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam bidang pertahanan. Tetapi juga dalam pengembangan SDM dan pembangunan kawasan yang inklusif serta berkelanjutan," ucapnya.
Perspektif Iftitah tentang pentingnya SDM dibentuk dari pengalaman penugasan internasional sebelum menjabat menteri. Pada 2010, ia menjadi Instruktur Internasional pertama dari TNI di bidang Misi Pemeliharaan Perdamaian.
Bersama instruktur dari Australia dan Jerman, Iftitah melatih 35 perwira dari 11 negara di Newcastle, Australia. Dua tahun kemudian, ia kembali mewakili TNI dalam program The Young Future Leader yang diselenggarakan Pemerintah Australia.
Pengalaman lintas budaya itu membentuk keyakinannya bahwa kepemimpinan dan kolaborasi adalah kunci pembangunan berkelanjutan. Nilai-nilai itulah yang kini ia terapkan dalam kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....