Pidato Presiden Prabowo Dirasakan Beri Perspektif Baru bagi Akademisi

  • 27 Jun 2026 07:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohammad Irhas Effendi mengatakan, pidato Presiden memberikan gambaran utuh mengenai kehidupan bernegara
  • Ketua Migas Center UPN Veteran Yogyakarta, Sayoga Heru menilai, sarasehan memberikan pencerahan bagi akademisi
  • Pemahaman yang sama mengenai arah pembangunan menjadi modal penting bagi kontribusi dunia akademik

RRI.CO.ID, Jakarta - Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sarasehan Kebangsaan dirasakan memberi perspektif baru bagi kalangan akademisi. Pemaparan tersebut memperluas pemahaman mengenai tantangan, pilihan, dan arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang.

Sarasehan Kebangsaan bertema "Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" digelar bersamaan dengan KSTI 2026, Jumat, 26 Juni 2026, di Jakarta. Kegiatan itu diikuti sekitar 2.600 akademisi yang terdiri atas rektor, dekan, dan dosen seluruh Indonesia.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohammad Irhas Effendi mengatakan, pidato Presiden memberikan gambaran utuh mengenai kehidupan bernegara. Penjelasan tersebut juga memperlihatkan beragam pendekatan yang ditempuh negara-negara dalam menjalankan sistem pemerintahannya.

"Apa yang disampaikan Presiden sangat menarik dan memberikan gambaran luas mengenai berbagai aliran dalam kehidupan bernegara. Penjelasan itu mengingatkan kita bahwa setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam menjalankan sistem pemerintahannya," ujar Irhas.

Menurut Irhas, pemaparan mengenai ideologi, ekonomi, dan realisme membuka cakrawala baru bagi dunia akademik nasional. Pemahaman tersebut penting untuk membaca tantangan global dan menentukan pilihan terbaik bagi masa depan Indonesia.

"Mudah-mudahan Indonesia dapat menganut aliran terbaik untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa pada masa mendatang. Saya berharap Presiden terus sehat dan membuka ruang bagi aspirasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia."

Irhas menilai keterbukaan Presiden menerima masukan menjadi modal penting dalam menjalankan kepemimpinan nasional ke depan. Ia berharap berbagai gagasan yang disampaikan dapat diterjemahkan dan dijalankan seluruh jajaran pemerintahan.

Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Sutarto, menangkap semangat besar Presiden untuk membangun bangsa yang mandiri. Menurutnya, kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama yang terus ditekankan dalam setiap arah kebijakan pemerintah.

"Spirit yang saya tangkap adalah komitmen Presiden mewujudkan bangsa mandiri dan masyarakat yang semakin sejahtera. Kami berharap beliau terus mengawal Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas pada tahun 2045," kata Sutarto.

Sementara itu, Ketua Migas Center UPN Veteran Yogyakarta, Sayoga Heru menilai, sarasehan memberikan pencerahan bagi akademisi. Menurutnya, kampus memperoleh pemahaman lebih utuh mengenai visi pembangunan yang diusung Presiden Prabowo.

"Ini sangat positif karena memberikan pencerahan bagi akademisi memahami visi Presiden mengenai kemandirian ekonomi nasional. Kami dapat menerjemahkan visi tersebut sesuai bidang keilmuan masing-masing untuk mendukung pembangunan Indonesia," ujar Sayoga.

Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung agenda kemandirian ekonomi yang dicanangkan pemerintah. Karena itu, pemahaman yang sama mengenai arah pembangunan menjadi modal penting bagi kontribusi dunia akademik.

"Saya berdoa Presiden Prabowo selalu sehat karena Indonesia membutuhkan pemimpin kuat dan memiliki visi jauh. Kepemimpinan yang tegas dan berorientasi rakyat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....