Mensos Matangkan Kesiapan MPLS Sekolah Rakyat
- 26 Jun 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf mematangkan kesiapan Sekolah Rakyat menjelang MPLS yang dimulai serentak pada 14 Juli 2026
- Kemensos memastikan kesiapan sarana prasarana, siswa, guru, tenaga kependidikan, dan anggaran sebelum tahun ajaran baru
- Pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat permanen terus dipercepat dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran
- Rekrutmen guru, wali asuh, dan tenaga kependidikan ditargetkan rampung sebelum MPLS dimulai
- Sekitar 1.000 taruna akan mendukung pembinaan karakter siswa Sekolah Rakyat mulai awal Agustus 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mematangkan kesiapan Sekolah Rakyat menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai serentak 14 Juli 2026. Kesiapan tersebut mencakup sarana prasarana, siswa, guru, tenaga kependidikan, pelaksanaan MPLS, hingga dukungan anggaran.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam Rapat Dinas persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Rapat dipimpin Mensos Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Kamis 25 Juni 2026.
Gus Ipul meminta seluruh satuan kerja memastikan kebutuhan dasar Sekolah Rakyat terpenuhi sebelum MPLS dimulai. Ia juga meminta seluruh perkembangan pembangunan dan pengadaan dilaporkan secara rinci.
"Kita ingin memastikan tidak ada keterlambatan. Semua harus dipetakan sejak sekarang, mulai dari pembangunan hingga kebutuhan yang masih kurang," katanya.
"Kalau ada potensi masalah, laporkan lebih awal. Supaya bisa kita bantu selesaikan," ucapnya.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, melaporkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen terus berjalan di 93 lokasi. Sejumlah titik dengan progres tertinggi berada di Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu.
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul meminta seluruh sentra dan balai Kemensos mendampingi proses perpindahan dari sekolah rintisan menuju gedung permanen. Ia juga mengingatkan agar penggunaan anggaran tetap tepat sasaran.
"Tolong dibantu masa transisi dari rintisan ke gedung permanen. Laporkan jika ada pengadaan," katanya.
"Jangan sampai membangun hal-hal yang tidak penting. Hanya demi mengejar penyerapan anggaran," ucapnya.
Selain kesiapan fisik, Kemensos juga mematangkan mekanisme penetapan siswa di lokasi yang pendaftarnya melebihi kuota. Proses seleksi akan dilakukan secara transparan bersama pemerintah daerah.
Menurut Gus Ipul, tingginya minat masyarakat menjadi bukti besarnya kebutuhan pendidikan bagi kelompok rentan. Pemerintah juga menyiapkan berbagai alternatif bagi calon siswa yang belum tertampung.
"Kita melihat kebutuhan masyarakat sangat besar. Ini menjadi dasar memperluas jangkauan program ke depan," katanya.
"Agar semakin banyak anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan berkualitas," ucapnya.
Kemensos juga mempercepat rekrutmen guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan. Seluruh personel ditargetkan sudah bertugas sebelum MPLS dimulai.
Untuk pelaksanaan MPLS, Gus Ipul menegaskan seluruh kegiatan harus edukatif, ramah anak, dan bebas kekerasan. Pendekatan humanis dinilai penting karena banyak siswa berasal dari keluarga rentan.
"Tujuan MPLS mengenalkan lingkungan sekolah dan membangun semangat belajar. Jangan ada kekerasan fisik maupun kegiatan yang memberatkan siswa," katanya.
"Banyak anak datang dengan latar belakang kerentanan. Pendekatannya harus humanis dan menyenangkan," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melaporkan hasil koordinasi lintas kementerian di Kemenko PMK. Presiden Prabowo Subianto disebut memberi perhatian khusus terhadap pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertahanan akan menugaskan sekitar 1.000 taruna untuk mendukung pembinaan karakter. Setiap Sekolah Rakyat akan didampingi lima taruna selama sekitar satu pekan mulai awal Agustus 2026.
"Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat. Karena itu Kementerian Pertahanan akan membantu melalui penugasan taruna," katanya.
"Taruna akan mendukung pembinaan kedisiplinan dan kerapian siswa. Penugasan dimulai pada awal Agustus 2026," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....