Kemensos Dukung Produksi Film Pendek Bertema Sekolah Rakyat
- 25 Jun 2026 08:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos mendukung produksi film pendek bertema Sekolah Rakyat yang digagas platform Penjaga Harapan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mendukung produksi film pendek bertema Sekolah Rakyat yang digagas platform Penjaga Harapan. Film tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai program Sekolah Rakyat.
Rencana produksi film tersebut dibahas pada audiensi perwakilan Penjaga Harapan dengan Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kemensos, Selasa 23 Juni 2026.
Koordinator Konten Penjaga Harapan, Doni Adhitia, mengatakan film itu mengangkat transformasi anak dari keluarga prasejahtera. Menurut dia, ceritanya disusun dengan pendekatan dramatik tanpa mengeksploitasi penderitaan.
“Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat,” ujarnya. Film berdurasi sekitar 25 menit itu akan menceritakan perjalanan seorang anak menuju bangku Sekolah Rakyat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyambut baik inisiatif pembuatan film tersebut tersebut. Menurut dia, film dapat menjadi media untuk memperkenalkan manfaat Sekolah Rakyat kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar produksi,” ucapnya. Menurut Wamensos, ini merupakan wadah untuk masyarakat agar bisa melihat negara hadir dan memberi harapan.
Agus menegaskan Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin. Program tersebut diharapkan menjadi jalan keluar dari rantai kemiskinan.
"Sekolah Rakyat ini bukan tujuan,” katanya. “Ini merupakan alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya.”
Wamensos mengatakan mayoritas siswa berasal dari keluarga desil satu dan desil dua DTSEN. Melalui konsep sekolah berasrama, anak-anak memperoleh pendidikan tanpa terkendala biaya maupun zonasi.
Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, mengatakan film menjadi jembatan komunikasi kebijakan kepada masyarakat. Menurut dia, pendekatan kreatif dinilai mampu memperluas jangkauan pesan pemerintah.
"Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi," ucapnya. Produksi film direncanakan berlangsung selama tiga hari, melibatkan riset serta konsultasi bersama Kemensos dan komunitas perfilman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....