ESDM: PLTP Dieng Unit 2 Dukung Target Swasembada Energi
- 25 Jun 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 untuk mendukung target swasembada energi nasional.
- Kementerian ESDM mendorong perusahaan-perusahaan pengembang untuk memperluas eksplorasi dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
- ESDM mengapresiasi dimulainya pembangunan PLTP Dieng Unit 2 yang memiliki kapasitas 55 megawatt (MW).
RRI.CO.ID, Wonosobo - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 menjadi bagian penting. Hal ini untuk mendukung target swasembada energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, saat groundbreaking PLTP Dieng Unit 2 di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis 25 Juni 2026. Ia mengatakan proyek tersebut merupakan kontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya energi domestik.
“Proyek ini merupakan kontribusi yang nyata untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada energi. Presiden ingin Indonesia berswasembada energi dalam 4-5 tahun ke depan dengan memanfaatkan sumber daya yang berasal dari dalam negeri,” ujar Eniya.
Menurutnya, pembangunan PLTP Dieng Unit 2 telah lama dinantikan sebagai langkah konkret pengembangan energi panas bumi oleh pengembang nasional. Kehadiran pembangkit tersebut dinilai penting untuk menopang kebutuhan listrik di Pulau Jawa yang membutuhkan pasokan listrik beban dasar (base load) dalam jumlah besar.
Karena itu, Eniya mengapresiasi dimulainya pembangunan PLTP Dieng Unit 2 yang memiliki kapasitas 55 megawatt (MW). Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi panas bumi Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih belum maksimal.
Kementerian ESDM, kata dia, terus mendorong perusahaan-perusahaan pengembang untuk memperluas eksplorasi dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Selain memperkuat ketahanan energi, proyek panas bumi tersebut juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
ESDM berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar kawasan Dieng dapat berkolaborasi dalam pengembangan proyek tersebut. “Ini merupakan investasi yang strategis, hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan Indonesia yang swasembada energi di masa depan,” kata Eniya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memastikan tersedianya kebijakan yang adaptif, tata kelola yang baik, serta iklim investasi yang kondusif. Langkah tersebut diperlukan karena pengembangan panas bumi harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekaligus mempercepat realisasi investasi strategis.
Sementara itu, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, menyatakan peletakan batu pertama PLTP Dieng Unit 2 menjadi simbol optimisme Indonesia. Yakni, menuju masa depan energi yang lebih mandiri, bersih, dan berkelanjutan.
Menurut Yudistian, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengubah potensi panas bumi Indonesia menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. “Dengan kapasitas 55 MW dan target operasi pada 2028, proyek ini akan menambah pasokan listrik bersih yang andal sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....