Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Tetap Berjuang meski Empat Kali Kalah Pemilu
- 25 Jun 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo mengaku tetap berjuang di dunia politik untuk memperkuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
- Presiden menyebut pengalaman empat kali kalah pilpres tidak menghentikan tekadnya memperjuangkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
- Presiden menegaskan negara harus hadir melindungi petani, nelayan, buruh, dan kelompok masyarakat rentan.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan tetap melanjutkan perjuangan politik meski empat kali kalah dalam pemilihan presiden. Menurutnya, keputusan tersebut didorong keinginan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Presiden menyampaikan perjalanan politiknya di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan. Ia mengatakan baru meraih kemenangan pada pemilihan presiden kelima yang diikutinya.
"Saya ikut pemilihan umum, saya ikut lima kali dan empat kali kalah. Nggak enak kalah itu saudara-saudara, empat kali kalah, yang terakhir menang," kata Presiden Prabowo di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.
Presiden mengatakan dirinya tetap bertahan di dunia politik karena menilai arah pembangunan ekonomi pada masa lalu belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil. Menurutnya, saat itu berkembang pandangan ekonomi yang tidak mendorong keterlibatan pemerintah dalam membantu kelompok rentan.
"Waktu itu yang dianut adalah paham neoliberal, yang mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh membantu orang-orang miskin. Orang lemah dikatakan memang lemah karena tidak bisa bersaing," ujarnya.
Presiden kemudian menceritakan pengalamannya saat memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Saat itu, ia mengaku pernah meminta pemerintah membatalkan rencana impor beras menjelang panen raya.
Menurutnya, kebijakan impor ketika petani memasuki musim panen berpotensi menekan harga gabah. Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan petani karena hasil panen tidak memberikan keuntungan yang memadai.
"Saya mengimbau janganlah mengimpor beras, apalagi impor beras pada saat petani mau panen raya. Hancur harga , petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal," kata Presiden.
Kepala Negara juga mengaku tidak sependapat dengan pandangan yang menyarankan Indonesia mengandalkan impor beras apabila negara lain dinilai lebih efisien memproduksi pangan. Menurutnya, negara harus hadir untuk melindungi petani, nelayan, buruh, dan kelompok masyarakat lainnya.
"Saya melihat belum ada usaha besar dari elit Indonesia untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah. Karena itu saya terus maju," ujar Presiden Prabowo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....