KILA 2026 Perkuat Ekosistem Lagu Anak Indonesia
- 25 Jun 2026 07:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) kembali menghadirkan program KILA (Kita Cinta Lagu Anak) 2026. Program berkelanjutan yang bertujuan memperkuat ekosistem lagu anak melalui Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak.
Diselenggarakan secara konsisten sejak 2020, KILA menjadi salah satu upaya Kementerian Kebudayaan dalam mendukung penciptaan lagu anak, pengembangan talenta generasi muda. Sekaligus pemanfaatan lagu anak sebagai media pendidikan, hiburan, dan pembentukan karakter.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, KILA 2026 hadir sebagai ruang kreatif yang penting untuk mendorong lahirnya lebih banyak lagu anak yang berkualitas. Hal ini sekaligus sebagai sarana penanaman nilai, pembentukan karakter, penguatan rasa percaya diri, serta penumbuhan kecintaan terhadap budaya dan bangsa.
Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, menyambut baik penyelenggaraan KILA yang terus hadir secara berkelanjutan. Sehingga menjadi wadah kreativitas bagi anak-anak dan masyarakat Indonesia.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berani berkarya, berani bernyanyi, dan berani menunjukkan bakat terbaik melalui KILA 2026. Mari bersama-sama menghadirkan lagu anak Indonesia untuk masa depan bangsa,” kata Menbud dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra mengatakan, KILA merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem seni budaya yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendorong lahirnya lagu anak yang berkualitas, tetapi juga memperluas apresiasi masyarakat terhadap lagu anak sebagai media penanaman nilai budaya dan karakter.
“Melalui program ini, kita ingin memastikan lagu anak Indonesia terus diproduksi, disebarluaskan, dan diapresiasi oleh masyarakat. Melalui lagu anak, kita tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga menanamkan nilai budaya, karakter, dan rasa cinta terhadap Indonesia,” kata Mahendra.
Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti mengajak anak-anak Indonesia untuk terus berani berekspresi melalui musik dan lagu. Ia berharap KILA dapat menjadi wadah yang melahirkan lagu dan karya musik anak berkualitas, sekaligus mendorong regenerasi penyanyi anak Indonesia.
“Program KILA merupakan salah satu upaya untuk menjawab masih terbatasnya produksi dan apresiasi terhadap lagu anak Indonesia. Padahal, anak-anak membutuhkan lagu yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya,” kata Irina.
“Kami mengajak seluruh anak Indonesia untuk berpartisipasi dalam KILA 2026. Kemudian bersama-sama menghadirkan lebih banyak lagu anak yang berkualitas,” ucapnya.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, program ini telah menjadi ruang kreatif bagi ribuan anak Indonesia untuk berkarya, bernyanyi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap lagu anak sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Pada tahun 2026, KILA kembali mengusung semangat untuk menghadirkan lebih banyak karya lagu anak yang relevan dengan kehidupan anak Indonesia masa kini. Sekaligus membuka ruang bagi talenta-talenta muda dari seluruh daerah di Indonesia.
Pendaftaran KILA 2026 dibuka mulai 22 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan dua kategori utama, yaitu Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan proses kurasi dan audisi, serta ditutup dengan Grand Final dan Pentas KILA 2026 yang direncanakan berlangsung pada 18 September 2026.
Peluncuran KILA 2026 dilakukan secara daring melalui kanal media sosial dan platform digital KILA serta Kementerian Kebudayaan. Selain kompetisi, KILA juga menghadirkan berbagai kegiatan promosi dan edukasi, termasuk penampilan Duta KILA dalam sejumlah kegiatan nasional.
Kemudian juga produksi video klip lagu anak, serta kampanye digital untuk memperluas jangkauan lagu anak kepada masyarakat. Informasi lengkap mengenai penyelenggaraan dan pendaftaran KILA 2026 dapat diakses melalui laman kila.kemenbud.go.id.
Melalui KILA, Kementerian Kebudayaan berharap semakin banyak lagu anak yang lahir, digunakan, dan dicintai oleh generasi muda. Hal ini sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....