Bakom: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp6,26 Triliun untuk PMN dan Pelatihan Vokasi
- 25 Jun 2026 08:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan anggaran Rp6,26 Triliun untuk Program Magang Nasional (PMN) dan Pelatihan Vokasi
- Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana menyebut, pemerintah menganggarkan Rp4,14 Triliun untuk Program Magang Nasional (PMN)
- Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Pelatihan Vokasi sebesar Rp2,12 Triliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memastikan, bahwa pemerintah telah mempersiapkan anggaran untuk pengembangan keterampilan tenaga kerja Indonesia. Hal itu ditegaskan Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana.
Ia menjelaskan anggaran pengembangan keterampilan dan talenta tenaga kerja ini, mencapai Rp6,26 Triliun. Hal itu dikatakannya, terbagi untuk Program Magang Nasional (PMN), dan pelatihan vokasi.
Program Magang Nasional, merupakan program yang ditujukan untuk mahasiswa yang baru menamatkan pendidikan tingginya. Sementara pelatihan vokasi, ditujukan untuk para pelajar SMK yang baru lulus, dan para pekerja yang terdampak PHK.
"Pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp6,26 triliun. Sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026," kata Kurnia, dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Untuk Program Magang Nasional pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 Triliun. Lebih lanjut diungkapkannya, untuk pelatihan vokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,12 Triliun.
"Terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta. Dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi, yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK," ujarnya.
Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media, Bakom RI, Kurnia berharap kedua program tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab program itu tegaskannya, menjadi langkah strategis dalam penguatan keterampilan kerja yang siap berdaya saing.
"Pemerintah berupaya memperluas akses pengalaman kerja bagi generasi muda, memperkuat keterhubungkan dunia pendidikan dengan industri. Serta, meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia," imbuh Kurnia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....