Momen Hangat Presiden Lihat Kapolri dan Panglima TNI Berkopiah dalam Konbes NU

  • 23 Jun 2026 22:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo Subianto menutup acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur
  • 2. Presiden Prabowo Subianto memuji NU yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi, patriotik dan cinta tanah air
  • 3. Presiden Prabowo berkelakar akan mengubah aturan takkala melihat Kapolri dan Panglima TNI berkopiah

RRI.CO.ID, Bangkalan-Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026. Acara berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Acara dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang kompak memakai kemeja putih panjang dan berkopiah. Para menteri yang hadir di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifili Hasan.

Selanjutnya Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kemudian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang memakai seragam lengkap dan kompak mengenakan kopiah.

Melihat pimpinan TNI dan Polri memakai kopiah tersebut, Presiden Prabowo bercanda tentang keduanya. Presiden Prabowo mengatakan hanya datang ke acara NU memakai kopiah padahal tidak ada dalam aturan.

“Coba kalau datang ke NU tentara pun pakai kopiah, polisi pakai kopiah. Padahal tidak ada dalam peraturan,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya, Selasa, 23 Juni 2026.

Sambil bercanda Presiden Prabowo ingin merubah aturan soal pakaian dinas lapangan (PDL) atau pakaian dinas harian (PDH). Aturan oakaian dinas TNI/Polri harus mengenakan kopiah saat menghadiri acara di NU atau Muhammadiyah.

“Tidak ada PDL topinya ini kan sudah ditentukan, berarti harus dirubah ya?. PDL atau PDH kalau datang ke tempat NU atau Muhammadiyah harus pakai kopiah,” kata Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi NU, kendati merupakan organisasi keagamaan namun memiliki sikap nasionalis yang tinggi. NU memiliki ciri khas sebagai ormas keagamaan yang patriotik, dan cinta tanah air.

“Ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan, bahwa Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik,” ujar Kepala Negara.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (Depan Kiri) dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, memakai seragam lengkap dan kompak mengenakan kopiah menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, Selasa, 23 Juni 2026. (Foto: Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo juga memuji lagu ‘Ya Lal Wathan’, yang sangat populer dikalangan warga NU. Lagu yang diciptakan oleh ulama besar dan salah satu pendiri NU Kiai Wahab Hasbullah, sebagai bentuk kecintaan dan semangat nasionalisme terhadap tanah air.

Presiden Prabowo menyebut lagu ‘Ya Lal Wathan’ mengandung nilai cinta tanah. Bahkan gerakan mengepal tangan, yang menurut Presiden Prabowo belum dijumpai pada tentara Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

“Sampai-sampai lagunya NU yang ditulis atau dibuat sebelum Indonesia merdeka tapi sudah mengandung nilai-nilai cinta tanah air yang luar biasa. Dan ini masih dipertahankan, setiap acara NU saya perhatikan lagu ‘Yalal Wathon’ tidak pernah tidak dinyanyikan,” katanya.

“Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan, kepalan, ini luar biasa ini, belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus. Sekarang apa itu, TNI kan ada itu kalau foto ‘Salam Komando’, NU sudah dulu, sebelum merdeka sudah salam komando itu,” ujar Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....