Waspada Laut Mengganas, BMKG Ungkap Daftar Wilayah Potensi Gelombang Empat Meter
- 23 Jun 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 23-26 Juni 2026.
- Prakirawan BMKG, Putra Pambudi menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di beberapa wilayah perairan Indonesia.
- Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah strategis.
RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 23-26 Juni 2026. Gelombang yang mencapai ketinggian hingga empat meter berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.
Prakirawan BMKG, Putra Pambudi menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di beberapa wilayah perairan Indonesia. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah strategis," kata Putra dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
BMKG mencatat, kawasan terdampak meliputi sebagian Samudra Hindia, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Banda, hingga Laut Arafuru. Potensi gelombang sedang juga diperkirakan terjadi di perairan barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, serta perairan selatan Jawa Timur, Bali, NTB-NTT.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi nelayan maupun operator transportasi laut. Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di beberapa wilayah Samudra Hindia.
Area yang berpotensi terdampak meliputi perairan barat Bengkulu, barat Lampung, serta perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Menurut BMKG, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.
"Seluruh pengguna jasa transportasi laut perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan berlangsung. Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ucap Putra.
BMKG juga mengeluarkan panduan keselamatan bagi berbagai jenis kapal. Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta menghindari pelayaran saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang melampaui 1,25 meter.
Operator kapal tongkang diminta waspada ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,5 meter. Sementara kapal ferry perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin melampaui 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Untuk kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, BMKG mengingatkan, risiko meningkat saat kecepatan angin melebihi 27 knot. Kemudian, mengingatkan risiko tinggi gelombang mencapai lebih dari empat meter.
BMKG mengimbau, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir agar terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim. Langkah antisipasi dinilai penting untuk mengurangi risiko akibat gelombang tinggi yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....